Kemenkes Tegaskan Susu Kental Manis Bukan Susu Tapi Gula

Susu kental manis (Youtube)
05 Juli 2018 19:05 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) menyatakan susu kental manis bukanlah susu. Para orang tua diminta tidak memberikan produk ini kepada anak balita.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut susu kental manis sama sekali tidak mengandung susu, melainkan hanya gula. Oleh sebab itu, Kemenkes meminta BPOM mencabut izin edar susu tersebut.

Seperti diketahui, selama ini susu kental manis adalah produk yang sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Berbagai iklan di televisi menyebutkan susu kental manis mengandung nutrisi dan gizi seimbang yang baik bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

Tapi, faktanya susu kental manis lebih banyak mengandung gula penyebab obesitas. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Kemenkes, Kirana Pritasari.

"Masyarakat selama ini menganggap susu kental manis sebagai minuman bernutrisi. Padahal, fakta yang ada menjelaskan bahwa susu kental manis mengandung gula yang sangat tinggi dan berisiko meningkatkan kadar gula pada tubuh seseorang. Apalagi jika dia mengonsumsinya secara terus menerus," tegas Kirana Pritasari seperti dikutip dari Okezone, Kamis (5/7/2018).

Kirana Pritasari menambahkan susu kental manis hanya pelengkap gizi. Sebab, jumlah kalori dalam produk tersebut justru lebih tinggi. Kalori yang terkandung di susu kental manis memang bisa menambah energi, tapi kelengkapan nutrisi tubuh tetap tidak bisa terpenuhi.

"Jadi, bisa dikatakan anak yang seharusnya mengalami pertumbuhan tubuh dengan asupan nutrisi sehat malah mengonsumsi gula," sambung Kirana Pritasari.

Lebih lanjut, Kirana Pritasari menyarankan susu kental manis dikonsumsi sebagai campuran makanan yang butuh penambah rasa manis. Dia juga menyarankan masyarakat agar tidak mengonsumsi susu kental manis secara langsung dengan menambahkan air.