Tahukah Anda? Kenapa Cium Bau Makanan Bisa Bikin Lapar?

Ilustrasi mencium bau makanan (Youtube)
13 Juli 2018 00:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Hidung merupakan alat indera yang membantu seseorang menikmati makanan. Mencium bau makanan yang lezat saja sering membuat perut keroncongan bukan? Tahukah Anda mengapa hal itu terjadi?

Dikutip dari Medical News Today, Kamis (12/7/2018), hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience menunjukkan sistem endocannabinoid mengontrol asupan makanan menggunakan indera penciuman. Endocannabinoids merupakan bahan kimia produksi tubuh yang berhubungan dengan sensasi seperti euforia, kecemasan, dan rasa sakit.

Para ilmuwan menyebut saat lapar tubuh meningkatkan kinerja indera penciuman untuk mencari makanan. Saat lapar, otak merangsang kinerja indera penciuman. Jadi, setiap kali mencium bau makanan otomatis perut akan terasa lapar.

Hubungan aroma dan selera makanan ini pernah diteliti oleh periset dari Universitas Wageningen, Belanda. Penelitian itu menjelaskan bahwa aroma bisa meningkatkan selera dan nafsu makan seseorang yang menderita gangguan makan. Namun, aroma makanan juga bisa menimbulkan bahaya bagi mereka yang doyan makan. Sebab, aroma tersebut meningkatkan nafsu makan yang berujung pada obesitas.

Selain itu, mencium aroma makanan bisa membuat seseorang mengalami obesitas. Hasil studi yang dipublikasikan melalui jurnal Cell Metabolism seperti dikutip dari Boldsky menyebut aroma makanan memengaruhi kerja otak dalam mengatur metabolisme.

Saat mencium bau makanan, tubuh akan menyimpan kalori lebih banyak dan dibakar saat mulai makan. Tapi, jika tidak menemukan makanan, kalori itu akan tetap disimpan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Akibatnya, bobot tubuh tidak akan berkurang sedikitpun.

Tokopedia