Hasil Penelitian: Gemuk Tak Selamanya Buruk

Ilustrasi wanita gemuk (Youtube)
17 Juli 2018 02:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Memiliki tubuh gemuk seringkali membuat seseorang dikucilkan dari lingkungan. Bukan tanpa alasan, selama ini banyak orang beranggapan gemuk adalah sesuatu yang buruk. Orang gemuk biasa dianggap tidak bisa melakukan sesuatu dengan leluasa dan pemalas. Bahkan, orang gemuk dianggap lebih berisiko terkena penyakit.

Itulah sebabnya banyak orang gemuk yang mati-matian diet untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Padahal, memiliki tubuh gemuk tidak selamanya berarti buruk. Hasil penelitian terbaru yang dilakukan periset dari York University, Toronto, Amerika Serikat, menyebutkan obesitas saja tidak meningkatkan risiko kematian.

Tokopedia

Risiko kematian penderita obesitas meningkat jika disertai dengan faktor metabolik lain, seperti tingginya kadar gula darah, tekanan darah, serta kolesterol jahat. Namun, selama ini kebanyakan orang hanya mengetahui jika obesitas meningkatkan risiko kematian.

"Kebanyakan orang menganggap gemuk sebagai sesuatu yang buruk dan meningkatkan risiko kematian. Padahal, justru diabetes dan kolesterol tinggi lebih berisiko meningkatkan kematian baik pada orang gemuk maupun kurus," kata ketua tim penelitian, Jennifer Kuk, seperti dikutip dari New York Post, Senin (16/7/2018).

Penelitian itu dilakukan dengan mengamati data kesehatan dari 54.089 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang obesitas namun tidak memiliki riwayat diabetes dan kolesterol tinggi. Sedangkan yang kedua adalah penderita obesitas lengkap dengan kadar gula darah dan kolesterol tinggi.

Periset membandingkan angka kematian pada kedua kelompok tersebut. Hasilnya, mereka menemukan orang dengan berat badan di atas normal yang tidak memiliki faktor risiko metabolik lebih sehat. Jadi, penyebab kematian bukan hanya obesitas, tapi juga faktor metabolik lain.

Jennifer Kuk menyarankan kepada semua orang, baik yang bertubuh gemuk maupun kurus untuk menjaga kesehatan dengan mencegah meningkatnya faktor risiko metabolik tersebut. Sebab, faktor itu lebih berperan meningkatkan risiko kematian ketimbang obesitas.