Makan Malam Maksimal Jam 9 Turunkan Risiko Kanker

Ilustrasi makan malam (Pictagram)
20 Juli 2018 10:40 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Waktu makan malam selama ini sering dihubungkan dengan masalah berat badan. Seorang pelaku diet bakal makan malam lebih awal agar bobot tubuh tidak bertambah. Selain memengaruhi berat badan, ternyata makan malam lebih awal menurunkan risiko kanker.

Hasil penelitian yang dipublikasikan melalui Journal of Cancer mengungkapkan hubungan antara waktu makan dengan penurunan risiko kanker. Dikutip dari New York Post, Kamis (19/7/2018), orang yang makan malam sebelum pukul 21.00 cenderung lebih sehat. Risiko kanker pada orang tersebut turun 20 persen ketimbang mereka yang makan di atas jam 22.00.

Penelitian tersebut dilakukan dengan mengikuti kebiasaan makan 621 penderita kanker prostat dan 1.205 kanker payudara. Penelitian ini juga dilakukan terhadap 872 laki-laki dan 1.321 wanita sehat. Periset juga melihat catatan medis dari objek penelitian, apakah mereka mengidap kanker atau tidak.

Setelah menambahkan faktor lain seperti penyakit dan lingkungan, peneliti menemukan orang yang makan malam sebelum pukul 21.00 memiliki risiko kanker prostat 26 persen dan kanker payudara 16 persen lebih kecil. Hal ini juga berlaku pada orang yang menunggu minimal dua jam untuk tidur setelah makan malam.

"Kanker payudara dan prostat adalah penyakit yang berhubungan dengan kerja malam," kata ketua tim peneliti, Manolis Kogevinas.

Meski demikian, peneliti belum menemukan alasan pasti yang membuat orang makan malam lebih cepat memiliki risiko kanker lebih kecil. Namun, menurut hasil penelitian sebelumnya, orang yang makan malam tepat waktu namun jam tidurnya terbatas berisiko besar terkena kanker tersebut. Jadi, peneliti menyimpulkan makan malam lebih awal menunjukkan gaya hidup sehat yang membuat risiko terkena kanker menurun.