Tips Parenting: Paksa Ikut Les Bikin Anak Stres

Ilustrasi anak stres (Pictagram)
24 Juli 2018 21:40 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Orang tua mana yang tidak ingin anaknya cerdas dan selalu menjadi juara? Alasan inilah yang membuat banyak orang tua memberikan les tambahan kepada si buah hati. Bukan hanya mata pelajaran, anak-anak juga biasa diberikan pelajaran tambahan untuk mengembangkan bakat.

Tapi, tahukah Anda jika memberikan les justru bukan cara terbaik untuk mendukung perkembangan kecerdsan anak? Mengapa demikian? Dikutip dari Parents, Senin (23/7/2018), memberikan les tambahan kepada anak justru berakibat buruk. Mengikuti les atau kegiatan ekstrakurikuler sepulang sekolah tentu sangat melelahkan. Meski bermanfaat, kegiatan ini menguras banyak waktu dan tenaga. Hal ini bakal mengurangi kesempatan anak untuk bermain dan mengembangkan kreativitasnya.

Seorang ahli psikologi keluarga, Sharon Wheeler, dalam Taylor and Francis Journal Sport, Education, and Society, menjelaskan anak yang sering les berisiko memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan keluarga. Hal itu disebabkan waktunya berkumpul dengan keluarga berkurang akibat terlalu sibuk les.

Sharon Wheeler melakukan penelitian dengan mewawancarai 50 keluarga dari 12 sekolah dasar di Inggris. Hasilnya, sekitar 88 persen anak mengikuti les sekitar empat sampai lima kali dalam sepekan. Dia menemukan fakta anak-anak yang mengikuti les bahkan sampai malam hari mudah lelah dan tidak fokus sehingga jarang berkumpul dengan keluarga.

Anak yang terlalu sibuk les biasanya mengalami tekanan psikologis. Dampak buruk yang ditimbulan antara lain, perilaku agresif, sulit fokus, hingga menurunnya fungsi kognitif otak. Jadi, mulai sekarang bijaklah memilihkan kegiatan untuk anak.

Tanyakan kepada anak kegiatan mana yang diinginkan mereka. Terlalu memaksakan anak mengikuti beragam les membuatnya rentan terkena dan stres. Lebih baik biarkan anak memiliki waktu bermain dengan teman sebaya untuk melatih kepekaannya terhadap lingkungan.