Diet Keto Vs Rendah Lemak, Mana Lebih Aman Turunkan Berat Badan?

Ilustrasi diet (Pictagram)
28 Juli 2018 10:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Kebanyakan orang gemuk seringkali melakukan berbagaicara demi menurunkan berat badan. Buktinya, banyak sekali metode diet yang bermunculan, seperi diet ketogenik dan diet rendah lemak. Kedua jenisdiet ini diklaim ampuh menurunkan bobot tubuh dalam waktu singkat.

Meski demikian, diet ketogenik yang tinggi lemak dibanding-bandingkan dengan diet rendah lemak. Jadi, sebenarnya manakah di antara kedua diet ini yang ampuh menurunkan berat badan? Dihimpun Solopos.com dari Pop Sugar, Jumat (27/7/2018), diet rendah lemak dilakukan dengan cara membatasi konsumsi makanan berlemak.

Tokopedia

Mereka yang menjalani diet rendah lemak bakal mengurangi konsumsi daging-dagingan yang mengandung lemak jahat. Cara ini dilakukan untuk mengontrol kadar kolesterol di dalam darah yang menyebabkan lemak tertimbun di dalam tubuh.

Sementara diet keto dilakukan dengan cara memangkas asupan karbohidrat dan menambah porsi lemak. Orang yang melakukan diet ini bakal mengonsumsi lebih banyak daging dan makanan berlemak lain dan menghindari makanan berkarbohidrat tinggi seperti nasi.

Diet keto memang ampuh menurunkan bobot tubuh dalam waktu singkat. Namun, diet ini memiliki efek samping bagi tubuh pada tahapan awal. Pengurangan karbohidrat secara drastis akan mengubah pola pembakaran energi di dalam tubuh. Tingginya lemak membuat tubuh melepaskan keton ke dalam darah guna memecah lemak agar menjadi sumber energi. Karena kekurangan glukosa, tubuh tidak mau menggunakan keton sebagai energi.

Perubahan penggunaan gula dari karbohidrat menjadi keton itulah yang membantu penghancuran lemak sehingga mmpercepat penurunan berat badan. Meski cukup efektif, diet keto memiliki efek samping yang bisa membahayakan tubuh.

Sejumlah ahli gizi mengatakan, ketika tubuh memasuki proses ketosis [penggunaan keton sebagai energi untuk tubuh], seseorang bakal mulai kehilangan massa otot, kelelahan, dan kelaparan. Pada awalnya, metode diet ini dibuat untuk menyembuhkan pasien epilepsi. Namun, Anda yang sehat boleh saja melakukannya asal berada dalam pengawasan ahli. Lalu, metode diet manakah yang paling aman dilakukan?

Masing-masing orang memiliki cara berbeda untuk menurunkan berat badan. Yang perlu dilakukan adalah mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga. Diet ini sama sekali tidak memiliki efek samping, namun prosesnya lama. Sebaiknya konsultasikan ke ahli gizi sebelum melakukan diet ketat untuk mengurangi bobot tubuh. Sebab, cara terbaik menurunkan berat badan dilakukan secara bertahap.