Awas! Stres Saat Hamil Picu Keguguran

Stres pada ibu hamil bisa menyebabkan kelahiran prematur hingga keguguran (momjunction)
31 Juli 2018 14:13 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Stres saat hamil bukan hanya memengaruhi ibu, tapi juga janin dalam kandungan. Bahkan, stres selama kehamilan bisa memengaruhi tumbuh kembang janin. Karena itu penting sekali untuk mengetahui risiko atau dampak stres saat hamil. Dengan demikian ibu hamil bisa lebih mudah mengondisikan pikiran agar tidak gampang stres selama hamil. Dikutip dari boldsky dan ditulis liputan6.com, Senin (30/7/2018), secara umum, ada lima dampak yang bisa saja terjadi bila ibu stres saat hamil.

 Detak jantung janin lebih cepat

Tokopedia

Saat seseorang stres, tubuhnya akan mengeluarkan sejumlah hormon. Hal ini juga mempengaruhi jantung yang membuatnya berdetak lebih cepat. Mengingat bayi dalam kandungan butuh asupan nutrisi yang baik dari ibunya, perubahan detak jantung yang terjadi karena stres ini bisa membuat proses penyaluran nutrisi bermasalah.

 Peradangan

Saat sedang stres, sistem pengelolaan stres akan terganggu. Janin dalam kandungan pun bisa terpicu untuk mengeluarkan respons inflamasi. Dalam kondisi serius, kesehatan janin dalam kandungan bisa ikut terpengaruh. Karena janin tak mendapat asupan nutrisi yang baik dari ibu yang sedang stres, berat badannya bisa jadi di bawah rata-rata.

 Kelahiran prematur

Pada kasus yang lebih parah, kondisi ibu yang stres bisa memicu terjadinya kelahiran prematur. Jadi, kalau ingin proses kehamilan lancar dan melahirkan bayi yang sehat, ibu hamil harus berusaha lebih keras untuk menjaga kesehatan pikiran dan mentalnya.

 Perkembangan otak bayi terganggu

Dampaknya ternyata bisa jangka panjang. Bila ibu sering atau gampang stres selama hamil, perkembangan otak bayi bisa terganggu. Saat lahir dan tumbuh besar, anak bisa memiliki kondisi temperamen yang susah dikendalikan. Selain itu, risiko hipertensi juga bisa meningkat pada anak saat dewasa.

 Keguguran

Dokter menyebutkan stres bisa mempengaruhi kondisi rahim yakni memicu pengeluaran Corticotropin releasing hormone (CRH). Kalau CRH ini masuk dalam aliran darah, maka bisa memicu kontraksi. Kalau kontraksi terjadi cukup parah bisa menyebabkan keguguran.
Dengan mengetahui risikonya, diharapkan ibu bisa lebih berhati-hati menjaga kesehatan mental dan pikiran mereka. Jadi bukan hanya kesehatan tubuh yang penting, kesehatan mental atau pikiran juga penting dijaga selama kehamilan.