Asyiknya Menyusuri Kawasan Mangrove Demang Gedi Purworejo

Suasana di TEM Demang Gedi, Desa Gedangan, Purwodadi, Purworejo, belum lama ini. (Harian Jogja - Bernadheta Dian S.)
31 Juli 2018 19:54 WIB Bernadheta Dian Saraswati Lifestyle Share :

Solopos.com, JOGJA—Siang di Desa Gedangan, Purwodadi, Purworejo, tak terasa menyengat. Rerimbunan tanaman bakau yang tumbuh di pesisir pantai selatan, mampu menepis teriknya matahari dan hempasan angin yang datang bersama gulungan ombak.

Langkah kaki terus menapak menyusuri jembatan bambu yang ada di rerimbunan bakau. Jembatan yang memanjang mengelilingi kompleks Taman Edukasi Mangrove (TEM) Desa Mangrove Gedangan Purwodadi atau yang dikenal dengan TEM Demang Gedi itu, seakan tak hanya memberikan ruang untuk berjalan tetapi juga menikmati indahnya alam yang ada di pesisir Purwodadi, Purworejo.

Bakau-bakau di TEM Demang Gedi menjulang sampai 7 meter, bahkan di beberapa titik ada yang tumbuh besar setinggi 10 meter. Pepohonan bakau yang ditanam warga sebagai penghalau abrasi pantai itu tidak hanya memberikan suasana sejuk tetapi mampu memberikan ruang bagi ekosistem yang tumbuh di situ.

Burung kuntul putih sesekali berhenti di kawasan bakau dan bermain-main bersama kawanannya. Keong hitam juga saling bergerombol dan menempel di batang bakau yang terendam air. Ikan-ikan kecil juga berenang ria di antara akar-akar pohon.

Dan bagi yang beruntung, kehadiran biawak kecil seberat tiga kilogram bahkan 10 kg akan ikut menyapa pengunjung yang bermain di TEM Demang Gedi itu.

Ketua Pengelola TEM Demang Gedi, Nur Hidayat, mengatakan, “Meski kami rumahnya dekat pantai, kami tidak merasa panas dan anginnya juga tidak kencang. Semua ini karena bakau,” kata Nur Hidayat, kepada Solopos.com, belum lama ini.

Tidak lupa pengelola mengikuti perkembangan zaman. Potret-potret kekinian pun turut ditampilkan di taman mangrove tersebut. Di antaranya spot selfie dengan latar belakang bakau, tulisan-tulisan unik, jembatan bambu warna-warni, gardu pandang bambu empat lantai yang bisa dinaiki untuk melihat hamparan bakau beserta pantainya yang saling berpadu.

Bagi pengunjung yang lelah menyusuri jalan bambu, ada gazebo-gazebo yang mengapung di atas air.

Memang, pengelola menyuguhkan tulisan yang menggelitik dan membuat pengunjung tertawa ketika membacanya. Seperti tulisan tulisan Awal cinta bisa terjadi karna wisata di Demang Gedi, Jembatan Guo Lorong Asmoro, tulisan Awas hati-hati nanti jatuh di pangkuanku, dan masih banyak lagi.

Paket Wisata

TEM Demang Gedi tidak hanya menyuguhkan wisata alam. Sesuai namanya yaitu Taman Edukasi Mangrove (TEM), obyek wisata ini memberikan sajian paket wisata edukasi seputar perbakauan.

Paket wisata yang ditawarkan seperti pengenalan dan penanaman mangrove, cara menyadap lira kelapa menjadi gula, cara membuat sirup buah mangrove, dan cara membuat gula semut. Tarifnya pun terjangkau, hanya sekitar Rp5.000-Rp10.000 per orang.