Waspadai Gangguan Tumbuh Kembang Buah Hati

Ilustrasi bayi (Reuters)
02 Agustus 2018 19:00 WIB Arif Fajar S. Lifestyle Share :

 

Menanti kelahiran buah hati menjadi saat yang mendebarkan. Melihat si buah hati lahir dengan selamat dan kesempurnaan fisik membuat orang tua bahagia. Hanya saja kebahagiaan itu bisa jadi tak bertahan lama, karena kesempurnaan yang terlihat dari luar, belum tentu menjamin kesempurnaan tumbuh kembang sang anak.

Bukan hendak menakut-nakuti, namun mengajak orang tua lebih memahami kondisi kesehatan menyeluruh dari buah hati yang baru lahir. Karena ada satu penyakit yang bisa menyebabkan tumbuh kembang anak menjadi terganggu. Kekhawatiran tentang kesehatan anak, menurut dr. Annang Giri Moelyo, Sp. A (K), dokter di RSUD dr. Moewardi Solo, memunculkan sejumlah pertanyaan peserta seminar New Boorn Screening, Save a Babys Life Through Screening, yang digelar Laboratorium Prodia, di The Sunan Hotel Solo, belum lama ini.

“Ada yang khawatir anak mereka normal atau tidak, kendati saat lahir kondisi fisiknya lengkap atau sempurna. Karena ada penyakit yang tidak tampak gejalanya namun bisa berakibat pada tumbuh kembang anak, yakni hipotiroid kongenital,” terang dr. Annang kepada Espos, beberapa waktu lalu.

Orang tua pantas merasa khawatir, lanjut dr. Annang, karena anak adalah buah hati dan merupakan generasi penerus keluarga dan bangsa. Sebagai penerus keluarga tentu orang tua ingin anak mereka lahir dengan normal, tumbuh kembang dengan baik, dan ketika sudah dewasa menjadi kebanggaan keluarga.

“Sebagai generasi penerus bangsa, tentu kaitannya lebih besar lagi. Ketika generasi penerus lahir normal, tingkat kesehatan baik sehingga tumbuh kembangnya baik, baik itu secara fisik, mental maupun kecerdasannya, tentu akan berimbas pada perkembangan bangsa tersebut dan negara dalam bersaing di dunia internasional,” jelas dr. Annang.

Salah satu penyebab terganggunya tumbuh kembang anak adalah hipotiroid kongenital (HK). Namun, sambung dr. Annang, ada baiknya mengenal lebih dahulu tentang kelenjar tiroid atau kelenjar gondok. Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang berbentuk seperti kupu-kupu terletak pada bagian depan leher.

Kelenjar tiroid mengeluarkan hormon antara lain hormon tiroksin yang berperan penting pada proses tumbuh kembang anak. Yodium merupakan unsur utama yang diperlukan untuk membuat hormon tiroid. Yodium adalah zat gizi mikro yang diperoleh tubuh dari makanan termasuk garam beryodium.

Fungsi kelenjar tiroid dikendalikan oleh suatu hormon lain yaitu TSH yang dibuat di kelenjar yang terletak di otak. TSH mutlak diperlukan untuk suatu fungsi tiroid yang baik. Hormon tiroid berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh, kerja jantung, perkembangan susunan syaraf pusat (otak), dan produksi panas tubuh. Dengan demikian hormon ini sangat penting peranannya pada bayi dan anak yang sedang tumbuh.

Hipotiroid adalah keadaan menurun atau tidak berfungsinya kelenjar tiroid. Bila keadaan menurun atau tidak berfungsinya kelenjar tiroid tersebut, tambah dr. Annang,  terdapat sejak lahir disebut hipotiroid kongenital. “Ketika anak mengalami gejala hipotiroid kongenital dan tidak segera diobati, akan menyebabkan keterbatasan intelektual dan kegagalan pertumbuhan pada anak. Dampak hipotiroid kongenital  pada anak yang sangat menyedihkan adalah mental terbelakang yang tidak bisa dipulihkan,” terang dr. Annang.