Di Bioskop Bisik Tunanetra pun Bisa Menikmati Film

Dua sukarelawan menuntun penyandang disabilitas netra ke aula untuk menonton film. (Ist)
05 Agustus 2018 20:20 WIB Bernadheta Dian/Mariyana Ricky P.D. Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO—Tidak semua orang mendapatkan keberuntungan. Untuk melihat saja, ada sebagian manusia yang tidak mampu melakukannya. Keterbatasan penglihatan membuat mereka tidak bisa menikmati setiap momen yang ada di sekitarnya.

Tidak hanya bercengkerama dan melihat wajah orang di sekitarnya, untuk menyaksikan pertunjukan seperti film pun mereka tak mampu melakukannya.

Hanya bisa mendengarkan dan terbawa dalam khayalannya sendiri akan adegan yang dilakukan aktor dan aktris di film atau pertunjukan teater tersebut.

Namun mereka tak perlu khawatir karena saat ini kesadaran orang yang lebih beruntung untuk membantu penyandang disabilitas semakin tinggi.

Mereka hadir melayani penyandang tunanetra untuk membisikkan setiap adegan yang ada di film atau teater.

Para pembisik. Begitulah para volunteer itu menyebut dirinya. Sesuai namanya, tugas pembisik adalah menemani kaum tunanetra dan membisikkan setiap adegan yang ada di film seni pertunjukan lainnya.

Di Indonesia, komunitas yang beranggotakan para pembisik ini bernama Bioskop Bisik. Namun jauh sebelumnya, aksi pembisik sudah dimulai dari Yayasan Mitra Netra. Oleh perusahaan media digital Indonesia, Think.Web yang bekerja sama dengan Komunitas Fellowship of Netra Community, kemudian dikembangkan Bioskop Bisik.

Di Solo, Bioskop Bisik mulai diinisiasi Komunitas Rampak Selampah Solo. Pemutaran film Sepatu Dahlan di ruang Panti Tuna Netra dan Tuna Rungu Wicara Bhakti Candrasa, Solo, Minggu (29/7/2018), adalah kali kedua kegiatan bertajuk Bioskop Netra tersebut digelar.

Adegan demi adegan ditampilkan, lengkap dengan suara aktor dan musik pengiring. Bioskop Bisik diikuti 50 penyandang tunanetra.

Koordinator Rampak Selampah Solo, Bumi Sulaiman, mengatakan Bioskop Bisik bertujuan memberi kesempatan bagi kelompok difabel netra untuk mengerti dan memahami serta merasakan emosi dalam film melalui sang pembisik.

Proses perekrutan sukarelawan pembisik dilaksanakan jauh hari sebelumnya. Mereka diwajibkan mengisi formulir, memenuhi sejumlah ketentuan, dan diharapkan bersedia melakukan kerja sosial.

“Pada Bioskop Netra I, total sukarelawan yang mendaftar mencapai 200-an orang padahal jumlah penonton atau penyandang disabilitas netranya terbatas. Kali kedua juga sama. Karena itu kami berupaya merekrut sukarelawan yang baru kali pertama,” tutur Bumi, kepada Solopos.com, pekan lalu.

Film Sepatu Dahlan dipilih lantaran bertema keluarga, ringan, dan inspiratif. Ke depan, pihaknya berencana memutar film yang masih ada kaitannya dengan penyandang disabilitas netra sesuai permintaan mereka.