Gila Belanja Tanda Gangguan Mental

Ilustrasi shopaholic (Pictagram)
09 Agustus 2018 13:30 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Belanja adalah hal menyenangkan yang digemari banyak orang, khususnya wanita. Tapi, jika berlebihan tentu tidak baik bagi kantong dan juga kesehatan mental. Sebab, sejumlah ahli menyebut gila belanja atau yang dikenal dengan istilah oniomania atau compulsive buying disorder (CBD) masuk dalam kategori penyakit mental.

Dilansir The Independent, Rabu (8/8/2018), seorang psikolog dari Hannover Medical School, Jerman, Astrid Mueller, menyebut fenomena gila belanja meningkat selama dua dekade terakhir di Amerika dan Eropa. Hal itu ditandai dengan meningkatnya jumlah shopaholic alias orang yang gemar belanja.

"Sudah saatnya memahami bahwa gila belanja merupakan sebuah gangguan kesehatan mental. Terbukti, banyak orang yang membeli berbagai barang hanya karena tergiur diskon tanpa memikirkan kegunaannya," terang Astrid Mueller.

Menurut laporan Psych Guides, CBD berada selevel di bawah gangguan kleptomania atau dorongan untuk mencuri. Orang yang menderita CBD ini sering merasa cemas yang hanya bisa diatasi dengan cara berbelanja. Selama ini, belanja merupakan salah satu cara untuk mengatasi emosi negatif.

Dalam kasus tertentu, ada beberapa orang yang berbelanja dengan sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui orang lain, khususnya pasangan. Apalagi jika barang yang dibeli berharga mahal. Gangguan semacam ini bisa dialami siapa saja, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah.

Barang yang dibeli shopaholic tidak selalu mahal. Mereka seringkali membeli barang berharga murah karena tergiur diskon. Padahal, belum tentu barang tersebut mereka butuhkan. Cara ini seringkali dilakukan untuk memberi kepuasan dan menghilangkan kecemasan akibat emosi negatif.

Meski umum dilakukan, gila belanja dikategorikan sebagai salah satu penyakit mental oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Shekhar Saxena, direktur WHO yang khusus menangani penyakit mental mengatakan, gila belanja dan kecanduan game merupakan gangguan mental yang setara. Pernyataan itu dibuat berdasarkan sejumlah hasil penelitian yang membuktikan adanya hubungan antara keinginan belanja dengan kondisi psikologis seseorang.