Benarkah Menyusui Mampu Mencegah Kehamilan Lagi?

Ilustrasi hamil (healthtap)
10 Agustus 2018 21:01 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Menyusui bisa menjadi cara efektif untuk menekan kehamilan dini atau "kesundulan", ini bukan mitos. Dalam dunia medis istilah ini dikenal dengan lactational amenorrhea method (LAM). Kata lactational mengacu pada menyusui, amenorrhea berarti tidak bisa menstruasi. Artinya metode kontrasepsi alami dapat ampuh ketika Anda menyusui bayi saja dan tak berovulasi.

Secara teori, siklus haid akan kembali normal dua-tiga bulan setelah melahirkan. Pada ibu yang menyusui secara eksklusif, mereka akan lebih lama untuk haid. Hal ini karena tingginya hormon laktasi atau prolaktin, sehingga menekan hormon esterogen yang berfungsi mematangkan sel telur. Dengan begitu, kehamilan tak mungkin terjadi.

Menurut dokter Obstetri dan Ginekologi, Rumah Sakit Fortis, Sonal Kumta, kehamilan dapat terjadi ketika bayi tak mendapatkan ASI eksklusif. Dikutip dari laman Thehealthsite dan ditulis liputan6.com, belum lama ini, LAM hanya dapat digunakan enam bulan seusai melahirkan, yakni ketika bayi hanya benar-benar mendapatkan ASI eksklusif. Jika bayi mendapatkan asupan tambahan seperti susu formula (sufor) atau makanan lain, LAM tak dapat diandalkan. Metode kontrasepsi alami dengan menyusui ini sangat efektif hingga 98 persen.

Menurut Sonal, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar LAM sukses, di antaranya:
- Bayi tak boleh berusia lebih 6 bulan.
- Menyusui tak lagi jadi efektif ketika bayi sudah mendapatkan sufor selain ASI.
- Menggunakan pompa ASI akan membuat LAM tak efektif.

Tokopedia