Amankah Tidur dengan Kipas Angin Menyala?

Ilustrasi tidur pakai kipas angin (Sleep Sugar)
14 Agustus 2018 06:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Suhu udara yang panas dan kering memang cukup mengganggu aktivitas, termasuk tidur. Nah, agar tidur lebih nyenyak kebanyakan orang biasanya menyalakan kipas angin di malam hari. Selain menyejukkan, angin dari kipas dapat menyingkirkan nyamuk yang terkadang mengganggu tidur.

Dikutip dari Sleep Advisor, Senin (13/8/2018), bagi sebagian orang, tidur menggunakan kipas angin adalah sebuah keharusan. Seorang ahli tidur dari perusahaan matras, Sleep Train, Kelsey Allan, mengatakan, orang yang terbiasa tidur menggunakan kipas angin menikmati sensasi bernama white noise.

White noise digambarkan sebagai cahaya putih yang mencakup semua frekuensi suara dalam pendengaran manusia. Selain kipas angin, white noise bisa dihasilkan dari suara jangkrik maupun hujan lebat. Efek dari white noise ini adalah memberikan kenyamanan sehingga tidur lebih nyenyak.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Psychological Association menyebut suara kipas angin dapat membantu seseorang terlelap karena memengaruhi sleep spindle di otak. Sleep spindle adalah lonjakan aktivitas saraf yang muncul selama tidur.

Meski membuat tubuh terasa nyaman, menyalakan kipas angin saat tidur sebaiknya dihindari. Sebab, hal tersebut dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Kipas angin tentu ditempeli debu yang akan bercampur dengan udara di dalam ruangan. Artinya, Anda bakal menghirup oksigen dari udara yang tercemar debu tersebut. Angin yang dihasilkan kipas listrik itu juga membuat kulit kering dan memicu alergi.

Nah, bagi yang terbiasa tidur dengan kipas angin menghadap langsung ke tubuh harus berhati-hati. Hembusan angin tersebut dapat membuat tubuh terasa ngilu. Hal ini terjadi karena udara yang dihasilkan membuat otot menegang.

Hindari menaruh kipas angin langsung ke arah wajah. Sebab, tubuh bakal kekurangan oksigen sehingga mengalami dehidrasi. Dalam kondisi terburuk, otot wajah akan menegang sehingga membuat Anda mengalami bell palsy.