Vihara Dhamma Sundara Solo Bebas Dikunjungi Asal Sopan dan Tidak Berisik

Candi Putih Vihara Dhamma Sundara, Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo. (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)
14 Agustus 2018 20:24 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO—Ingar bingar kendaraan yang melintas di Jl. Ir. Juanda, Solo, seolah teredam saat kaki melangkah memasuki gerbang Vihara Dhamma Sundara, Selasa (31/7/2018) siang. Tempat peribadatan umat Buddha itu berlokasi di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo.

Tampak dari luar, gerbang tinggi menutupi kompleks tersebut. Setelah memarkirkan kendaraan dan meminta izin penjaga, penelusuran pun dimulai.

Sepi. Adalah kesan pertama yang muncul. Tak ada geliat aktivitas, pun peribadahan yang berlangsung. Hanya dua orang yang terlihat hilir mudik. Satu bertugas menjaga dan sementara yang lain memangkas tetumbuhan taman.

Kali pertama berada di balik gerbang, sebidang gapura kokoh menyambut. Gapura setinggi lima meter itu diapit dua patung barongsai berwarna hitam. Tepat di muka gapura sekitar enam meter, sebuah tiruan stupa Candi Borobudur diletakkan di sudut.

Kaki kemudian melangkah menaiki anak tangga menuju bangunan utama. Bangunan utama vihara berukuran besar dengan atap limasan. Bangunan ini dikelilingi empat limasan lain berukuran lebih kecil.

Di kaki bangunan utama terdapat sebuah relung dengan makhluk mitos burung berkepala manusia. Barisan anak tangga kedua menuju bangunan utama diapit dua patung singa berwarna hitam. Pada cungkup bagian depan bangunan utama terdapat lukisan kaca patri sepasang rusa bertanduk saling hadap dengan mulut mencium roda.

Di sudut kaca patri itu tergambar dua kepala naga dengan mulut terbuka menghadap ke arah luar. Di cungkup berikutnya, terdapat relief dua Buddha bersila di atas perbukitan yang mengapit lingkaran. Di bagian ini pula, saya mendapati dua kolam di bawah undakan yang berisi ikan koi lincah.

Setelah itu, saya baru mendapati ruang utama vihara di balik pintu cokelat besar. Setelah melepas alas kaki, saya pun memasukinya.
Ruang utama Vihara Dhamma Sundara berisi sebuah Arca Buddha bersila berwarna emas dengan telapak tangan kiri terbuka ke atas.

Posisi tangan tersebut dinamakan Bhumisparsa mudra yang berarti memanggil bumi sebagai saksi. Mudra tersebut melambangkan Dhyani Buddha Aksobhya yang menghadap arah mata angin timur.

Di samping kanan kirinya, terdapat patung murid Buddha dengan tangan tertangkup di depan dada. Tepat di depan Arca Buddha, terdapat sebuah hiolo berhias arca Buddha kecil, sepasang lilin, dan sejumlah hio yang belum dibakar. Sedangkan di langit-langit ruang yang berbentuk kerucut, melingkar kaca patri dengan beragam karakter, tumbuhan, dan hewan.

Keluar dari ruang utama yang ternyata adalah ruang doa, saya beringsut ke sebelah barat menuju Candi Putih. Bentuk candi itu mirip dengan beberapa candi di Thailand.

Stupa besar di puncaknya menjadi ciri khas candi Buddha. Sejumlah stupa berukuran lebih kecil mengelilingi stupa besar dengan posisi lebih pendek. Relief manusia berdiri dengan berbagai posisi tergambar jelas di dinding candi. Di depannya, terdapat patung pendiri Vihara Dhamma Sundara, seorang tokoh masyarakat Kota Solo, Sundoro Hosea, pendiri Sun Motor Grup.

Pengunjung hanya diperbolehkan berada di pelataran candi dengan melepas alas kaki.

Berfoto di sekitarnya pun diizinkan. Untuk mengunjungi Vihara Dhamma Sundara, tak ada tiket maupun tarif masuk. Hanya, karena ini adalah tempat ibadah yang masih digunakan, pengunjung harus bersikap sopan, tidak berisik, dan mematuhi aturan yang berlaku.
Selamat menjelajah!