Waspadai Batuk Tak Kunjung Sembuh

Ilustrasi batuk - Livestrong
15 Agustus 2018 21:30 WIB Arif Fajar S. Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Sebaiknya, saat Anda batuk atau bersin, tutuplah dengan tisu atau halangi dengan lengan bagian dalam. Jangan dibiarkan terbuka atau ditutup dengan telapak tangan saat batuk atau bersin, karena bisa jadi setelah itu Anda lupa membersihkan telapak tangan.

Kenapa mesti repot saat bersin atau batuk? Karena percikan saat bersin atau batuk mengandung bakteri dan kuman sehingga bisa mengganggu orang di sekitar Anda. Bahkan orang di sekitar Anda yang terkena percikan bisa ikut tertular penyakit, salah satunya bronkitis. Tentu Anda tidak ingin anggota keluarga, atau teman menjadi sakit.

“Salah satu cara penularan bronkitis itu ya melalui percikan riak yang keluar saat penderita penyakit itu bersin atau batuk,” ujar dr. Riana Sari Sp.P (spesialis penyakit paru) ketika berbincang dengan Solopos.com, di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Solo,  Rabu (11/4/2018).

Lantas apa itu bronkitis? Menurut dr. Riana, bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut. Kondisi ini termasuk sebagai salah satu penyakit pernapasan.

Bronkus adalah saluran udara pada sistem pernapasan yang membawa udara ke paru-paru dan sebaliknya. Dinding bronkus menghasilkan mukosa atau lendir untuk menahan debu dan partikel lain yang bisa menyebabkan iritasi agar tidak masuk ke dalam paru-paru.

“Bronkitis itu ada dua, yakni bronkitis akut dan bronkitis kronis. Gejala utamanya sama, yaitu batuk. Batuk kering dan terkadang disertai lendir. Bronkitis akut, gejalanya batuk yang durasinya atau berlangsung kurang dari delapan pekan. Bronkitis kronis, gejalanya batuk yang berlangsung  tiga bulan dalam satu tahun dan berulang pada tahun berikutnya [dua tahun],” jelas dr. Riana.

Penyakit bronkitis tidak memandang usia. Bisa mengenai anak-anak maupun orang dewasa. Namun, lanjut dia, bronkitis akut adalah salah satu infeksi saluran pernapasan yang paling umum terjadi dan paling sering menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Bronkitis kronis biasanya menyerang orang dewasa yang  berusia di atas 40 tahun.

Namun, terkadang orang kesulitan mendiagnosis antara bronkitis, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Asma, ujar dr. Riana, biasanya disebabkan alergen dari mahluk hidup. Bronkitis karena iritasi saluran pernapasan yang disebabkan gas, debu, dan asap berbahaya. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) bisa merupakan kelanjutan dari bronkitis kronis.

Untuk menegakkan diagnosa penyakit bronkitis, kata dr. Riana, biasanya dokter akan melakukan tes spirometri untuk melihat fungsi paru selain melakukan rontgen kendati pada bronkitis kronis belum terlihat penurunan. “Selain itu, saat mendiagnosa harus melihat riwayat pekerjaan dan riwayat kesehatan dari pasien, perokok atau bukan,” jelasnya.

Kendati kesempatan sembuh ada, namun jangan dianggap remeh penyakit bronkitis. Penyakit bronkitis bisa juga menyebabkan penderitanya meninggal dunia. “Bronkitis yang disertai sesak napas berat, bisa menyebabkan gagal napas [meninggal dunia]. Jadi biasakan pola hidup bersih dan sehat,” terang dr. Riana.