Tuberkulosis pada Sapi, Bisakah Menular ke Manusia?

Petugas Dinas Pertanian KPP Klaten mengecek kadar keasamaan daging sapi di Pasar Induk Klaten, Senin (4/6 - 2018) pagi. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
16 Agustus 2018 12:30 WIB Septina Arifiani Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. TB ditularkan dari penderita aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

Dikutip oleh Solopos.com dari Alodokter.com, Kamis (16/8/2018), TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan pada 2015, Indonesia termasuk dalam enam besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.

Tahukah Anda? Penyakit berbahaya ini ternyata tidak hanya menyerang manusia saja, tetapi juga menyerang hewan seperti sapi. Menurut data dari Peternakan.litbang.pertanian.go.id, tuberkulosis pada sapi disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis var. bovis (M. bovis) merupakan penyakit infeksius, menular, dan menahun.

Kejadian TB sapi di Indonesia kali pertama ditemukan pada 1905. Tuberkulosis sapi di Indonesia terjadi karena importasi sapi perah dari negeri Belanda dan Australia pada awal abad ke-20. Iklim tropis Indonesia memungkinkan berbagai mikroba untuk hidup dan berkembang.

Penelitian yang dilakukan pada 1994 meliputi tiga provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY. Sebelumnya, dilaporkan dari hasil uji tuberkulinasi ditemukan dua ekor reaktor TB pada sapi perah di Jawa Tengah dan tiga ekor reaktor tuberkulosis pada sapi perah di Jawa Timur. Tuberkulosis pada sapi merupakan penyakit penyakit zoonosis yang perlu mendapatkan perhatian. Zoonosis merupakan penyakit pada binatang yang dapat ditularkan kepada manusia.

Penyakit ini tidak hanya menyerang sapi perah, tetapi dapat menular kepada manusia melalui air susu dari sapi-sapi laktasi reaktor positif tuberkulosis dan juga daging sapi potong jika dikonsumsi.

Kerugian akibat tuberkulosis pada sapi dapat berupa penurunan produksi susu, kehilangan bobot hidup dan pengafkiran bagian-bagian daging yang terserang.

Mencegah tuberkulosis pada manusia dapat dilakukan pasteurisasi pada susu sapi sebelum dikonsumsi. Pasteurisasi merupakan proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dan suatu proses untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan

Pembasmian sapi yang terinfeksi juga perlu dilakukan untuk mencegah penularan kasus kepada manusia yang disebabkan oleh bakteri M. bovis karena kasus tuberkulosis kepada manusia banyak ditemukan di negara berkembang, salah satunya Indonesia. (Billy Adytya Kurniawan/JIBI/Solopos.com)