Matikan Alarm dan Balik Tidur Lagi Bikin Tubuh Lemas

Ilustrasi mematikan alarm (Huffingtonpost)
17 Agustus 2018 04:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Kebanyakan orang mengandalkan alarm untuk bangun di pagi hari. Tapi, suara berisik dari alarm terkadang membuat seseorang tergoda untuk mematikannya sejenak dengan menekan tombol snooze untuk melanjutkan tidur. Tombol tersebut bakal menghentikan suara alarm selama 10 menit.

Tetapi, siapa sangka menekan tombol snooze tersebut berdampak buruk bagi kesehatan. Dikutip dari The Independent, Kamis (16/8/2018), tim medis dari Sleep Clinic Services menyebut kebiasaan menekan tombol snooze dapat menyebabkan bertambahnya inersia. Inersia merupakan rasa kaget dan pusing yang diderita banyak orang ketika bangun tidur.

Kondisi tersebut biasanya terjadi sekitar 15 hingga 30 menit setelah bangun tidur. Hal itu disebabkan karena anggota tubuh belum sepenuhnya tersadar. Nah, kebiasaan menunda bangun dan memilih tidur lagi selama beberapa menit setelah alarm berbunyi itulah yang menyebabkan sakit kepala.

Efeknya, tubuh bakal terasa lemah dan tak bertenaga. Bahkan, dalam kondisi terburuk Anda bakal merasa mengantuk sepanjang hari. Ketika menekan tombol snooze dan kembali tidur, tubuh kembali melepaskan hormon yang membantu untuk terlelap. Namun, fase tidur bakal terganggu ketika alarm berbunyi kembali.

Itulah sebabnya mulai hari ini sebaiknya Anda berhenti menekan tombol snooze saat alarm berbunyi. Segeralah bangun agar tubuh terasa bugar. Bila perlu, minum secangkir kopi untuk menghalau rasa kantuk dan lemas. Lanjutkan dengan olahraga ringan agar tubuh tetap segar sepanjang hari.