Amalan Sunah di Hari Raya Iduladha

Ilustrasi salat id (Reuters)
21 Agustus 2018 15:40 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Hari Raya Iduladha sudah di depan mata. Umat Islam di setiap negara menyambutnya dengan gembira. Di Indonesia, terdapat perbedaan waktu perayaan Iduladha 1439 H. Ada yang merayakannya hari ini, Selasa (21/8/2018), dan ada juga, Rabu (22/8/2018) esok. Perbedaan waktu seperti itu adalah hal yang biasa dan tidak perlu dipermasalahkan.

Hari Raya Iduladha biasa disebut dengan nama lain Hari Raya Kurban dan Hari Raya Haji. Sebab, perayaannya bertepatan dengan pelaksanaan wukuf oleh jemaah haji di Padang Arafah, Arab Saudi. Sebagai ibadah tahunan, Hari Raya Iduladha tentu dirayakan dengan meriah.

Selain menyembelih hewan kurban, ada amalan lain yang dapat menyempurnakan perayaan Hari Raya Iduladha. Nah, apa saja amalan sunah yang disunahkan saat merayakan Iduladha? Simak ulasan yang dihimpun dari situs resmi Nahdlatul Ulama, berikut:

Bertakbir

Mengumandangkan takbir di masjid dan rumah pada malam hari raya adalah hal yang sangat dianjurkan. Takbis biasanya dimulai dari terbenamnya matahari di malam hari raya sampai hari tasyriq terakhir, yakni tanggal 13 Dzulhijjah. Takbir sangat dianjurkan karena merupakan bentuk mengagungkan Allah dan menyemarakkan perayaan Iduladha.

Mandi

Setiap muslim dianjurkan mandi sebelum melakukan salat id. Cara ini dilakukan untuk menyucikan diri dari segala kotoran dan membuat tubuh lebih bugar.

Memakai wangi-wangian

Disunahkan pula memakai wangi-wangian, memotong rambut, serta kuku. Sebenarnya, hal ini boleh dilakukan kapan saja. Namun, dalam kitab Al Majmu' Syarhul Muhaddzab dijelaskan amalan ini sangat dianjurkan dilakukan pada malam hari raya. Dianjurkan pula memakai pakaian yang bersih dan rapi. Tidak perlu baru, asalkan sopan dan menutup aurat sudah sah dipakai salat id.

"Disunnahkan memakai pakaian yang paling baik. Dan lebih utama pakaian putih lengkap dengan serban. Ketentuan ini berlaku bagi kaum laki-laki yang hendak berangkat salat id maupun tidak. Sementara bagi kaum wanita cukup memakai pakaian biasa. Jangan terlalu berlebihan dalam berpakaian, apalagi memakai wangi-wangian," demikian penjelasan dalam kitab Al Majmu' Syarhul Muhaddzab.

Berjalan kaki ke tempat salat id

Berjalan kaki menuju ke tempat salat id merupakan amalan sunah lain. Berjalan kaki sangat dianjurkan karena bisa bertegur sapa dan bersalaman dengan sesama kaum muslim yang bertemu di jalan. Usahakan berangkat lebih awal agar mendapat barisan yang paling depan. Anjuran ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad dalam hadis yang diriwayatkan Imam Nawari dalam kitabnya, Raudlatut Thalibin.

"Bagi yang hendak melaksanakan salat id disunahkan berangkat dengan berjalan kaki. Sedangkan untuk orang yang telah lanjut usia atau tidak mampu berjalan, maka boleh menggunakan kendaraan. Disunnahkan juga berangkat lebih awal untuk mendapatkan barisan depan."

Makan setelah salat id

Berbeda dengan perayaan Idulfitri, makan justru disunahkan setelah selesai menunaikan salat Iduladha. Dulu, Nabi Muhammad makan kurma dalam jumlah ganjil selepas salat id. Jika tidak ada, makanlah makanan lain yang mudah didapatkan.