Malas Gosok Gigi? Ini Efeknya

Ilustrasi gosok gigi (mirror)
22 Agustus 2018 20:52 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Apakah Anda malas sikat gigi? Coba pikir sekali lagi efeknya. Studi menemukan ada hubungan antara kebiasaan malas sikat gigi dengan meningkatnya risiko terkena kanker tenggorokan.

Orang yang malas sikat gigi menimbulkan masalah pada gusi atau penyakit periodental. Studi dalam Cancer Research Journal menunjukkan periodental disease memiliki hubungan dengan angka kejadian kanker esofagus atau kanker yang terjadi dari tenggorokan hingga perut.

Dikutip dari laman Prevention dan ditulis liputan6.com, belum lama ini, studi ini mengambil sampel cairan mulut dari 122.000 orang. Sekitar 10 tahun kemudian ada 106 orang dengan kanker esofagus.

Peneliti mendapati orang dengan kanker tenggorokan cenderung memiliki tingkat bakteri Tannerella forsythia dan Porphyromonas gingivalis yang tinggi di mulut. Dua bakteri ini meningkat karena kebiasaan tidak menyikat gigi secara teratur. Yang lama-kelamaan menimbulkan masalah gusi.
Sayangnya, peneliti tidak memiliki informasi lengkap mengenai kesehatan mulut partisipan. Sehingga mungkin ada faktor selain kehadiran dua bakteri tersebut penyebab kanker tenggorokan.

Walau begitu, studi terdahulu sudah menyebutkan penyakit gusi terkait dengan meningkatnya risiko kanker mulut, kepala dan leher. Jadi, tak perlu ragu untuk sikat gigi rutin setiap pagi dan malam sebelum tidur.
Menyikat gigi setiap hari saat pagi dan malam sebelum tidur dapat menghindarkan Anda dari berbagai masalah mulut seperti gigi berlubang, penyakit gusi, dan bau mulut tidak sedap.

Cara menyikat gigi yang tepat yakni dengan gerakan sikat gigi dari gusi ke arah gigi. "Agar kotoran terlepas dan tidak menumpuk di area gusi," kata dokter gigi Erny Carolita dalam program video Be Healthy.  Jika Anda khawatir masih ada sisa makanan dan bakteri yang bersembunyi dengan menyikat gigi, gunakan benang gigi atau dental floss. Gunakan sebelum menyikat gigi.

Tokopedia