Cepat Kurus dengan Diet Carb Backloading, Apa Itu?

Ilustrasi diet (Pictagram)
01 September 2018 08:30 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Menurunkan berat badan merupakan hal yang cukup sulit dilakukan, khususnya bagi si doyan makan. Meski demikian, banyak orang yang terus menjajal berbagai macam metode diet untuk mendapatkan tubuh ideal. Salah satu metode diet yang tengah naik daun adalah carb backloading.

Carb backloading merupakan metode diet baru yang dipercaya ampuh menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Pola diet ini diklaim efektif tanpa perlu meninggalkan sumber karbohidrat seperti roti dan nasi yang sangat digemari. Lantas bagaimana cara melakukannya?

Dikutip dari D Marge, Jumat (31/8/2018), carb backloading adalah metode diet yang mengikuti ritme sirkadian tubuh. Pola diet terpopuler di media sosial ini mengharuskan pelakunya membatasi konsumsi karbohidrat dan memperbanyak protein serta lemak. Diet ini dilakukan dengan membiarkan tubuh tidak mendapat asupan karbohidrat sepanjang hari sampai waktu makan malam tiba.

Jadi, saat sarapan dan makan siang, pelaku diet carb backloading hanya boleh mengonsumsi serat, protein, dan lemak. Misalnya Anda mengonsumsi telur, brokoli, dan kopi. Siangnya, Anda bisa makan daging ayam atau ikan, brokoli, dan seiris kentang. Malamnya, Anda diperbolehkan makan karbohidrat seperti nasi atau roti dengan sayuran.

Kebanyakan orang pasti ragu makan karbohidrat di malam hari. Sebab, selama ini makan karbohidrat di malam hari diklaim dapat meningkatkan bobot tubuh. Namun, dalam metode diet ini, karbohidrat bakal disimpan di dalam otot sebagai sumber energi. Sementara jika mengonsumsi karbohidrat di pagi hari biasanya bakal disimpan sebagai cadangan lemak.

Dengan kata lain, metode diet carb backloading mirip dengan diet keto. Bedanya, Anda tetap bisa makan karbohidrat di malam hari. Namun, tidak semua orang berhasil menjalani diet ini. Penyebab kegagalan itu adalah kesalahan dalam konsumsi karbohidrat.

Pelaku diet carb backloading memang diperbolehkan makan karbohidrat. Namun, bukan berarti Anda bisa makan bebas mengonsumsi apapun yang mengandung karbohidrat. Anda tetap harus membatasi konsumsi donat, mi, pasta, biskuit, dan makanan manis lainnya yang mengandung karbohidrat dan gula.



Tokopedia