Moms, Hindari Pemakaian Bedak Tabur untuk Bayi

Foto ilustrasi bedak tabur (freepik)
03 September 2018 20:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Saat bayi berekeringat atau setelah bayi mandi, tidak sedikit ibu memakaikan bedak tabur ke tubuh si kecil. Namun tahukah Anda, bedak tabur bisa membuat si kecil mengalami gangguan pernapasan dan tidak dianjurkan untuk dipakai rutin.

Jika tidak hati-hati digunakan, bedak tabur akan mengganggu pernapasan bayi. "Bedak tabur bisa terhirup bayi. Pernapasan bisa terganggu," jelas dokter spesialis kulit dan kelamin dari Bamed Skincare, Matahari Arsy seperti dikutip dari liputan6.com, belum lama ini.

American Academy of Pediatrics melaporkan bedak tabur juga dapat berbahaya bagi bayi. Ini karena bayi dapat menghirup partikel-partikel kecil dalam bedak tabur, yang akan merusak paru-paru.

Bedak, terutama bedak tabur yang sering dipakai sebenarnya sudah tidak dianjurkan saat ini. Ketika sekali ditepuk, partikel bedak tabur bisa terhirup bayi.
"Ini akan mengganggu pernapasan bayi. Terlebih lagi refleks batuk pada bayi tidak sebaik dewasa. Penggunaan rutin bedak sudah tidak dianjurkan saat ini meski bedak digunakan di tubuh, bukan wajah," jelas Arsy.

Saat bayi berkeringat, sebaiknya dikasih losion. Ibu mungkin berpikir, bayi yang berkeringat kok dikasih losion, bukannya bedak. Serupa dengan bedak, losion dapat mengontrol keringat berlebih pada bayi. Keringat bisa agak berkurang.

Penggunaan losion dinilai aman dibandingkan bedak. Menurut Arsy menjelaskan, losion bekerja efektif mengontrol keringat.
"Kandungan losion sudah ada pelembab. Kalau bayi dikasih losion cenderung bisa mengurangi aktivitas kelenjar keringat atau lainnya. Itu efektif kok mengontrol keringat yang keluar," jelas Arsy. 

Tidak ada yang salah memberikan losion pada bayi. Losion sekaligus melembabkan kulit bayi. Jika bayi tidak terlalu perlu bedak, lebih baik tidak digunakan. Losion justru yang lebih dibutuhkan bayi dibandingkan bedak.

Tokopedia