Ini Manfaat Temulawak untuk Hati

Ilustrasi temulawak (kitchenstories)
04 September 2018 18:32 WIB Iskandar Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Temulawak adalah salah satu rempah-rempah yang banyak digunakan masyarakat untuk jamu. Salah satu manfaat temulawak (Curcuma zanthorrhiza) yaitu hepatoprotector alias perlindungan hati.

Salah seorang dosen Farmasi Universias Setia Budi Solo, Titik Sunarni , mengatakan temulawak mengandung curcuminoid dan yang dikaitkan dengan hepatoprotektif biasanya curcumin.  “Jadi prinsipnya kalau dikaitkan dengan curcuminoid, memang bagaimana bisa menjadi hepatoprotektor. Sebenarnya mekanismenya belum jelas, cuma pada beberapa penelitian menunjukkan beberapa efek. Salah satunya, misalnya di dalam hati itu ada enzim yang berfungsi untuk metabolisme obat. Salah satunya adalan cytochrome (cyt) P450,” papar dia, belum lama ini.

Sementara itu Product Group Manager Jamu Iboe, Perry Anggrihartono mengutip pernyataan salah seorang guru besar Fakultas Farmasi Unair yang juga peneliti herbal, Mangestuti Agil, juga membenarkan banyaknya manfaat temulawak. “Temulawak memang bermanfaat untuk pencegahan dan pengobatan kerusakan liver, sebagai semacam hepatoprotective agent [pelindung fungsi liver] yang berspektrum luas," ujar dia.

Secara terpisah Kepala Poliklinik Obat Tradisional Indonesia RSUD dr. Soetomo, Surabaya, Arijanto Jonosewojo mengatakan, "Temulawak yang mengandung kurkumin, dapat membantu memperbaiki fungsi hati. Temulawak bukan hanya dipakai setelah kita sakit liver atau hepatitis. Tetapi bisa dipakai untuk pencegahan supaya tidak terkena penyakit liver atau hepatitis," tegas dia.

Lebih lanjut Titik mengatakan enzim cyt P450 itu yang memetabolisme obat seperti dalam salah satu penelitian bahwa kurkuma mampu menghambat kerusakan pada liver. Dia menjelaskan zat aktif pada temulawak adalah kurkumin, tapi kalau memakai serbuk atau ekstrak temulawak, sebenarnya tak hanya senyawa kurkumin yang ada. Ada senyawa lain yang biasanya dikaitkan dengan aktivitas antioksidan misalnya seperti flavonoid.

Kalau untuk maintenance, agar lebih praktis maka temulawak sebaiknya dikeringkan. Dengan demikian akan bisa mendapatkan manfaat suatu kandungan lebih besar dibanding yang segar. Dia menjelaskan dengan dikeringkan akan lebih terukur, karena nanti kadar airnya bisa menguap dan jika disimpan akan tahan lama. Setelah itu diblender kering agar menjadi serbuk sehingga jika disimpan bisa tahan lama.

Kalau ingin mengonsumsi, ungkap Titik, tinggal menakar dua sendok teh sampai tiga sendok teh bubuk tersebut diseduh dengan air satu gelas kecil. Mungkin akan lebih baik seduhan tersebut kental dan terus diminum.

“Kalau untuk perawatan sebaiknya diminum setiap hari satu gelas kecil seduhan serbuk tersebut. Hal ini efektif untuk perlindungan hati,” jelasnya.

Kalau dalam kondisi basah, temulawak yang dibutuhkan untuk perawatan tersebut perlu 1,5 ons atau mungkin dua jempol orang dewasa direbus dengan air secukupnya. Setelah mendidih, godokan tersebut didinginkan terus diminum.