Minyak Zaitun Lebih Ampuh Daripada Viagra?

Ilustrasi minyak zaitun (pluspng)
06 September 2018 20:16 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Untuk mengatasi masalah impotensi, beberapa sendok minyak zaitun lebih ampuh ketimbang viagra atau obat-obatan lainnya. Demikian hasil studi dari Yunani.

"Perubahan gaya hidup jangka panjang seperti diet dan olahraga tampaknya berdampak besar tak hanya untuk arteri [pembuluh darah yang mengantar darah dari jantung ke seluruh tubuh] tetapi juga kualitas hidup, termasuk kapasitas seksual pada populasi yang lebih tua," ujar peneliti dari University of Athens di Yunani, Christina Chrysohoou, seperti dilansir Medical Daily dan ditulis liputan6.com, Kamis (6/9.2018).

"Konsumsi minyak zaitun dan memasukkannya dalam diet bisa menjaga kemampuan pria di ranjang tetap tinggi," jelas dia.
Untuk sampai pada kesimpulan ini, lebih dari 600 orang pria terlibat menjadi partisipan. Mereka menjalani pola diet yakni konsumsi sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan. Konsumsi daging dan makanan yang diproses dikurangi. Sementara asupan mentega diganti dengan minyak zaitun.
Hasilnya partisipan yang menjalani diet ini berkurang risiko mengalami disfungsi ereksi hingga 40 persen.

Kemudian, mereka yang mengonsumsi kurang lebih 9 sendok makan minyak zaitun setiap minggu tak hanya mengurangi risiko terkena impotensi, tetapi juga meningkat level testosteronnya. "Minyak zaitun menjadi solusi pria tetap bisa menjaga fungsi seksualnya. Ini juga menjadi jawaban agar pria bertahan lama di ranjang," kata Chrysohoou.

"Viagra tidak memperbaiki apa pun dalam jangka panjang, namun hanya memberi efek jangka pendek," jelas dia.
Minyak zaitun bisa membantu melebarkan arteri yang berdampak bagus untuk aliran darah dan pada gilirannya meningkatkan fungsi seksual.
"Kalau pembuluh darah ke penis sempit, menyebabkan tak mampu ereksi dan menjadi tanda awal aterosklerosis, menyempitnya arteri bisa memicu serangan jantung atau stroke," ungkap perawat senior cardiac di British Heart Foundation, Julie Ward.

Tokopedia