Amalan Sunah Mengawali Tahun Baru Hijriah

Ilustrasi muslim beribadah (Time)
11 September 2018 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Tahun baru Hijriah atau tahun baru Islam sudah di depan mata. Tahun baru Islam dimulai dengan datangnya bulan Muharram. Pergantian tahun Hijriah didasarkan pada peredaran bulan, sehingga ada yang menyebutnya dengan tahun Qamariyah.

Semua umat Islam semestinya menyambut gembira datangnya tahun baru Hijriah. Muharram termasuk salah satu bulan yang mulia. Ada sejumlah amalan sunah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad kepada umatnya di bulan suci ini, salah satunya berpuasa.

Dikutip dari laman resmi Nadhatul Ulama, Senin (10/9/2018), puasa yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Muharram adalah puasa tasu'a dan asy-syura. Puasa ini dilakukan di hari ke-9 dan 10 di bulan Muharram. Hukum kedua puasa ini sunah, jadi jika dilakukan berpahala. Namun, jika ditinggalkan tidak mendapat dosa. Puasa ini disyariatkan karena bisa menghapus dosa di tahun sebelumnya.

Puasa di bulan Muharram terbilang istimewa. Berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, puasa paling utama setelah Ramadan adalah di bulan Muharram. Itulah sebabnya setiap muslim dianjurkan memperbanyak puasa sunah sepanjang bulan Muharram.

Selain puasa, setiap muslim dianjurkan untuk berzikir dan beristighfar sebagai jalan memohon ampunan Allah. Selain itu, para ulama juga menganjurkan beberapa amalan lain yang semestinya diperbanyak sepanjang bulan Muharram. Mulai dari salat, silaturahmi, sedekah, memakai celak, ziarah, memotong kuku, dan membaca surat Al Ikhlas sebanyak 1.000 kali.