Pacaran di Tempat Gelap, Awal HIV/AIDS Pelajar

Ilustrasi (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
18 September 2018 21:06 WIB Muhammad Ismail Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO -- Hubungan seks bebas saat berpacaran membuat pelajar rentan tertular HIV/AIDS. Demikian terungkap dalam sosialisasi Dampak Bahaya Seks Bebas dan HIV/AIDS di aula SMPN 26 Solo, Selasa (18/9/2018). Sosialisasi digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Solo.

Pembicara sosialisasi ini yakni Andri Putranto dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Emha Fauzi dari Yayasan Mitra Alam.
“Kita semua tahu sendiri cara pelajar zaman sekarang berpacaran sangat kebablasan. Pacaran di tempat gelap berpelukan dan ciuman. Kami menilai berawal dari situ bisa berlanjut ke hubungan seks bebas,” ujar Andri kepada Solopos.com, Selasa (8/9/2018).

Andri mengungkapkan kasus seks bebas di kalangan pelajar marak ditemukan di kota besar. Kota Solo sebagai Kota budaya jangan sampai pelajarnya ada yang tertular penyakit HIV/AIDS akibat hubungan seks bebas. Pelajar harus mengetahui perannya masing-masing dan tahu batas apa yang tidak boleh dilakukan selama berpacaran.

“Penyakit HIV/AIDS ini muncul akibat hubungan seks bebas. Pelajar yang terkena penyakit ini risikonya bisa meninggal dunia karena tidak ada obatnya sampai sekarang. Kami mengajak pelajar tidak melakukan hubungan seks bebas agar tidak tertular penyakit ini,” kata dia.

Andri membeberkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) pusat bahwa 93,7 % anak SMP dan SMA pernah melakukan ciuman dan oral seks. Selain itu, sebanyak 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan, 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi, dan 97% pelajar SMP-SMA mengaku suka menonton film porno.

“Semua data tersebut merupakan hasi survei KPA dan LPA tahun 2007. Kami sangat prihatin dengan data tersebut. Peran guru dan orang tua sangat peting agar pelajar tidak terkena penyakit mematikan ini,” kata dia.