Bisnis Saat Pensiun? Pasti Bisa

Membuka waralaba adalah salah satu opsi bisnis yang bisa ditekuni di masa pensiun. - Ilustrasi
23 September 2018 00:00 WIB Asteria Desi Kartika Sari Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Tidak ada dalam kamus bisnis di mana dan kapan seseorang harus memulai menjalankan usaha. Jadi, mungkin benar memasuki masa pensiun bukanlah akhir dari karier. Para pensiunan masih dapat berkarya dengan mempersiapkan pilihan bisnis.

Memulai bisnis memang bukan perkara mudah. Terlebih jika memulai usaha di usia senior. Namun bukan berarti tidak bisa sama sekali. Justru, beberapa orang yang sudah pensiun malah menginginkan pekerjaan, supaya otak mereka tetap bisa bekerja. Hal ini dinilai sebagai kebutuhan untuk masa tua yang lebih produktif.

Namun, ada juga dari mereka yang bekerja karena tuntutan kebutuhan, ada yang tidak memiliki tabungan pada masa pensiun atau dana mereka tidak cukup Beberapa permasalahan yang sering dialami saat datang masa pensiun antara lain penurunan kondisi kesehatan, kesulitan finansial, dan post power syndrome.

Bisnis pensiunan merupakan salah satu cara untuk mengatasi ketiga masalah tersebut. Bukan hanya menjadi solusi terhadap masalah finansial, berbisnis juga membuat perhatian tercurah pada hal positif sehingga kondisi mental tidak tergerogoti pikiran negatif.

Pengamat bisnis dan marketing Managing Partner Inventure Yuswohady mengatakan Colonel Sanders baru memulai usaha ayam gorengnya saat usia 60 tahun atau sudah pensiun sebagai tentara.

Banyak orang menertawakannya saat itu. Namun, dia yakin dengan keputusannya. Akhirnya terbukti, Kentucky Fried Chicken (KFC) menjadi salah satu restoran terfavorit orang-orang di berbagai belahan dunia.

“Jadi masalahnya tinggal mindset. Kalau kita menganggap diri kita tua dan menganggap sudah bukan masanya, bisa dibilang berbisnis saat pensiun akan dianggap terlambat. Tapi kalau optimis bahwa usia tidak menjadi masalah ya tidak masalah,” ujar Yuswohady.

Kendati begitu, memang harus diakui memulai usaha atau bisnis membutuhkan kerja ekstra. Ada yang menganggap kerja ekstra itu sebagai beban, namun ada juga yang menganggap kerja keras sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Menurutnya, berbisnis saat pensiun tetap memiliki peluang yang sama dengan anak muda. Justru, pensiunan dari profesional lebih memiliki pengalaman yang lebih matang untuk berbisnis. Sehingga lebih bijak dan memahami celah-celah yang harus dihadapi.

“Tapi apakah mereka masih punya ambisi atau tidak. Kalau pas pensiun anaknya sudah sukses semua, atau kebutuhan sudah tidak banyak, pasti mikir apa lagi yang mau dikejar,” katanya.

Setiap orang pasti memiliki kecocokan yang berbeda pada setiap bisnis yang mereka pilih. Pada prinsipnya, katanya, bisnis pensiunan menuntun persiapan yang sama dengan memulai usaha di usia produktif.

Tidak ada pembatasan. Namun, untuk menemukan usaha yang cocok bagi seorang pensiunan juga tidak mudah. Dengan usia yang sudah tidak lagi muda, para pensiunan harus memikirkan usaha yang tepat bagi kondisinya.

“Para pensiunan lebih baik memilih bisnis yang risiko gagalnya rendah, atau mudah dijalankan. Yang paling umum franchise atau bisnis properti seperti kos-kosan. Jadi yang penting penting modalnya, operating per harinya sudah dijalankan orang lain” katanya.

 RISIKO

Setali tiga uang, Head of SME New Business Bank Commonwealth Weddy Irsan membenarkan tidak ada kata terlambat untuk memulai usaha. Setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan pensiunan ketika akan membuka usaha.

Pertama, Usaha yang baru dimulai tentu memiliki risiko untuk gagal, ketika orang sudah memasuki usia pensiun, tentu tidak bisa mengambil risiko terlalu besar dalam usahanya. Hal itu berbeda ketika memulai usaha di usia yang lebih muda, karena masih memiliki lebih banyak waktu untuk belajar dari kesalahan.

Kedua, usaha yang cocok untuk memulai usaha setelah pensiun adalah usaha yang tidak memiliki risiko yang terlalu besar, serta bisa juga disesuaikan dengan kapabilitas yang ada.

Misalnya, sebelum pensiun bekerja di perusahaan produksi consumer goods, sehingga memiliki keahlian dan koneksi yang cukup untuk memulai usaha distribusi consumer goods. Contoh lain, bisa juga membuka bisnis yang sudah lebih teruji dan terbukti misalnya membeli/membuka usaha waralaba.

Ketiga, hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah memilih usaha yang tidak memerlukan kontrol terlalu banyak dari pemilik usaha, sehingga dapat memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga. Hal ini tentu berbeda dengan kondisi orang yang memulai usaha di usia yang lebih muda.

“Jadi memulai usaha setelah pensiun, bisnis yang baik adalah bisnis yang dimulai dengan niat, pengetahuan dan kemampuan yang disesuaikan,” katanya.

Selain itu, pensiunan juga perlu berhati-hati dalam menggunakan uang pensiun untuk berbisnis, karena sangat berisiko. Apabila bisnis gagal maka dana yang digunakan untuk hidup setelah pensiun habis.

“Maka sebaiknya ada alokasi dana terpisah untuk memulai bisnis dan untuk pensiun. Tentunya dana tersebut harus dipersiapkan jauh sebelumnya,” jelasnya.

Head of Wealth Management & Retail Digital Business Bank Commonwealth Ivan Jaya menambahkan Saat ini masyarakat dinilai belum sadar dan belum mempersiapkan masa pensiun. Rata-rata harapan hidup adalah 70-80 tahun, sedangkan masa pensiun dimulai dari usia 55.

“Artinya ada 15-25 tahun hidup dalam masa pensiun, tentu perlu ada persiapan dan perencanaan finansial yang matang,” tambah Ivan

Sebaiknya, lanjutnya dana pensiun dipersiapkan sejak memiliki penghasilan pertama kali. Mengingat setiap tahun angka inflasi meningkat, sebaiknya dana ini dikumpulkan melalui investasi, bukan dengan cara menabung ataupun deposito.  Misalnya seperti saham, reksa dana, dan juga asuransi.

 

Sumber : Bisnis Indonesia