Hindari HIV, Gunakan Jarum Steril Saat Facial

Ilustrasi perawatan facial (Youtube)
28 September 2018 03:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Penularan penyakit mematikan AIDS yang dipahami publik biasanya terjadi lewat hubungan seksual, jarum suntik, transfusi darah, hingga ASI dari orang yang terkena HIV. Namun, baru-baru ini publik dibuat heboh dengan seorang wanita yang mengaku terjangkit HIV setelah melakukan perawatan wajah berupa facial.

Kisah tragis yang dialami orang tersebut diunggah melalui akun Instagram @catwomanizer. Seorang aktivis kesehatan seksual, Andrea Gunawan, baru-baru ini membagikan informasi tentang HIV yang menyebabkan penyakit AIDS. Virus itu menyerang sistem imunitas yang membuat daya tahan tubuh melemah dan rentan terinfeksi.

Nah, salah satu pengikut Andrea Gunawan di Instagram menceritakan pengalaman hidupnya tertular HIV dari perawatan wajah yang dilakoninya. Wanita yang tidak disebutkan namanya itu mengaku tidak pernah berhubungan badan dengan pria lain selain suaminya. Sementara sang suami juga tidak terkena HIV.

Tetapi, wanita tersebut dinyatakan positif terserang HIV. Ironisnya, dokter yang menanganinya berasumsi virus tersebut masuk ke tubuh lantaran prosedur facial yang kurang steril.

"Hai Dea. Sorry, cuma mau share kalau saya juga positif HIV dan saya enggak pernah berhubungan badan selain dengan suami. Dan suami saya negatif dari HIV. Menurut penjelasan dokter, kemungkinan saya terkena dari treatment facial. Karena saya belum pernah ke dokter gigi atau terkena jarum suntik bergantian. Tapi, saya bisa sebulan sekali facial dulunya," terang wanita tersebut dalam capture cerita yang dibagikan ulang akun Twitter @hulaitsdv, Sabtu (22/9/2018).

"Menurut dokter, klinik tempat saya facial enggak steril peralatannya. Dan itu berhubungan dengan darah, pencet jerawat. Memang kasus saya tergolong rara case. Tapi, bisa dijadikan contoh kalau mau cari tempat facial jangan segan untuk tanya kalau perlu lihat," sambung wanita tersebut.

Kisah tragis yang dialami wanita tersebut langsung viral dan membuat warganet heboh. Mereka pun saling mengingatkan agar berhati-hati dalam memilih klinik untuk perawatan agar tidak mengalami hal serupa.

"Sama dengan akupuntur. Ibu saya tertular hepatitis B dari jarum akupuntur. Hati-hati, pastikan alat untuk treatment apapun harus benar-benar steril," komentar @mirameutia.

"Risiko yang sama bisa ada pada alat manicure-pedicure di salon serta pisau atau jarum di tempat sulam alis dan tato. Memang kadang karena kita enggak sangka itu bisa bahaya, jadi kurang diperhatikan," sambung @agvy_.

"Pada dasarnya alat apapun yang menyebabkan gesekan fisik dengan kulit dan berisiko kontak langsung dengan darah dan bisa menularkan virus penyebab penyakit, termasuk alat cukur," imbuh @docturnal_.