Siasat Mengajak Anak Gemar Menyantap Makanan Sehat

Ilustrasi anak makan (organwiseguys.com)
03 Oktober 2018 19:05 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Tetapi jalan menuju pencapaian itu tidak mudah. Banyak yang telah dikatakan dan ditulis tentang perjuangan untuk membuat anak-anak makan makanan sehat, yang menjadi dasar untuk masa depan yang bahagia dan sehat.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet, anak-anak Jepang adalah yang paling sehat dan paling bahagia di dunia. Penelitian itu juga menyebutkan anak-anak yang lahir di Jepang menikmati kehidupan terpanjang dibandingkan dengan orang lain. 

Penelitian itu, sebagaimana dilansir Timesofindia.com baru-baru ini, menyebutkan orang tua di Jepang telah menguasai seni untuk meyakinkan anak-anak ini untuk memakan makanan yang tepat.

-Ajak selalu makan bersama keluarga

Menurut sebuah penelitian, makan bersama keluarga secara teratur dan mengekspos anak-anak ke dapur sambil menyiapkan makanan yang sehat dan seimbang, dapat membantu mereka mengembangkan kebiasaan makan yang baik. Kepuasan orang tua, kehangatan dan kenikmatan kelompok dikaitkan dengan penurunan obesitas, lapor sebuah penelitian. 

-Biarkan anak Anda bereksperimen dan mengalami rasa baru

Anak-anak mudah bosan dengan makanan yang sama dan kebiasaan makan mereka sering berubah. Penting bagi seorang anak untuk mengalami makanan baru dan sebagian besar orang tua Jepang menganggapnya sangat serius.

Menurut para ahli, semakin seorang anak menjajal berbagai jenis makanan sehat, minat mereka akan tumbuh pada makanan sehat saat mereka memasuki masa dewasa. Ketika Anda mengizinkan seorang anak untuk mencicipi makanan yang berbeda, rasa mereka juga akan berkembang dan mereka akan cenderung untuk mencoba makanan baru.

-Biarkan anak-anak menikmati aktivitas makan

Salah satu alasan mengapa anak-anak mengembangkan ketidaksukaan terhadap makanan adalah ketika mereka berulang kali dipaksa untuk memakan sesuatu yang tidak mereka sukai. Anak-anak harus dibuat untuk menikmati makanan mereka dan termasuk camilan kecil dapat membuat mereka menantikannya.

-Sajikan makanan anak di piring yang lebih kecil

Logika di balik mengapa anak-anak harus dilayani makanan di piring yang lebih kecil sederhana-mereka seharusnya tidak merasa terintimidasi oleh ukuran piring besar dan porsi yang disajikan. Dan ketika mereka menggunakan piring yang lebih kecil, mereka didorong untuk menyajikan makanan sendiri dan ini membantu mereka memilih apa yang ingin mereka makan.

Piring berukuran normal mungkin tampak terlalu besar untuk anak dan porsi yang disajikan mungkin tampak terlalu besar dan mengintimidasi. Saat menggunakan piring berukuran lebih kecil, itu menjaga ukuran porsi dan selera makan anak-anak dalam perspektif yang benar.

-Ajak anak berkegiatan fisik seperti berlari dan melompat

Gaya hidup yang sehat sangat bergantung pada aktivitas fisik. Tidaklah mengherankan bahwa orang-orang di Jepang lebih suka bersepeda atau berjalan cepat sebagai moda perjalanan mereka untuk jarak pendek.

Di satu sisi, orang tua Jepang mendorong anak-anak mereka untuk melakukan aktivitas fisik, seperti berlari dan melompat. Dan kita tahu pentingnya aktivitas fisik untuk nafsu makan yang sehat. Daripada membiarkan anak-anak Anda bermain gim video selama berjam-jam, lebih baik mengajak mereka berjalan-jalan di taman lingkungan atau bermain petak umpet di rumah.

-Jangan takut menjadi otoritatif

Ketika terkait gaya hidup sehat dan kebiasaan makanan, orang tua Jepang tidak pernah menghindar dari bersikap otoritatif tanpa terlalu tegas atau memaksa. Orang tua yang mengikuti pola asuh otoritatif menetapkan pedoman dan anak-anak didorong untuk mengikuti.

Sebaliknya, mereka siap untuk mendengarkan saran anak-anak mereka dan fleksibel ketika dibutuhkan. Mereka menetapkan batas tanpa terlalu membatasi.