Tahukah Anda? Apa Beda Bedah Plastik dan Bedah Kosmetik?

Ilustrasi pola bedah kosmetik (The Journal)
04 Oktober 2018 20:40 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Operasi plastik menjadi topik perbincangan hangat di dunia maya hari ini, Rabu (3/10/2018). Hal itu disebabkan oleh kebohongan Ratna Sarumpaet setelah foto wajah lebamnya viral di dunia maya. Pada awalnya, dia mengaku wajahnya babak belur akibat dianiaya. Namun, dia meralat ucapannya dengan mengakui jika foto tersebut diambil setelah melakukan bedah plastik dengan menyedot lemak di bagian pipi.

Lantas, apa sebenarnya operasi atau bedah plastik? Mengapa disebut operasi plastik? Apakah prosedurnya memakai plastik? Operasi plastik memang tidak pernah menggunakan plastik. Bahkan, plastik belum ditemukan saat operasi plastik dilakukan.

Kata plastik diambil dari bahasa Yunani, plastikos, yang berarti membentuk atau mencetak. Ya, bedah plastik telah dikenal sejak zaman Yunani, sekitar tahun 1837 silam. Pada 1855, seorang dokter bernama Alexander Parkes menggunakan selulosa dan asam nitrat untuk menghasilkan parkesine atau seluloid yang dipakai untuk bedah plastik.

Plastik sintetis sebagai bahan utama bedah plastik ditemukan kali pertama pada 1907 oleh Leo Hendrik Baekeland. Dikutip dari American Board Cosmetic Surgery, bedah plastik dilakukan untuk merekonstruksi bentuk tubuh karena cacat bawaan, luka, atau penyakit tertentu. Operasi ini juga biasa dilakukan dengan tujuan merekonstruksi bagian tubuh yang tidak berfungsi sempurna.

Adapun contoh dari prosedur bedah plastik adalah rekonstruksi payudara, perbaikan kulit akibat luka bakar, rekonstruksi akibat cacat bawaan, bedah tangan, sampai menghilangkan bekas luka. Namun, pada perkembangannya bedah plastik banyak dilakukan untuk mempercantik penampilan fisik, khususnya bagi para wanita.

Nah, prosedur menyempurnakan penampilan tersebut sebenarnya tidak tepat disebut bedah plastik. Pakar kecantikan menyebutnya dengan istilah bedah kosmetik. Adapun yang termasuk dalam prosedur bedah kosmetik adalah pembesaran payudara, memancungkan hidung, memperbaiki kontur wajah seperti meniruskan pipi dan dagu, mengencangkan kulit wajah, menghilangkan lemak di bawah mata, menebalkan bibir, sampai suntik botoks.

Nah, jenis bedah kosmetik belakangan mulai diminati masyarakat Indonesia. Berbagai klinik kecantikan menawarkan perawatan penyempurnaan penampilan mulai dari suntik botoks, filler bibir, hingga meniruskan pipi dengan harga yang bervariasi.

Tapi, jika ingin melakukan bedah kosmetik semestinya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang tepat. Sebab, bedah kosmetik cukup berisiko. Bagian tubuh yang dibedah lewat prosedur bedah plastik maupun bedah kosmetik, akan membengkak. Itulah sebabnya orang yang baru saja menjalani perawatan ini diminta beristirahat total.

Pembengkakan itu biasanya terjadi selama 24-72 jam. Nah, selama itu Anda harus beristirahat agar tubuh tidak terkontaminasi bakteri yang menyebabkan operasi gagal. Anda tentu tidak ingin hasil bedahnya jelek bukan? Nah, sebaiknya pikirkan dengan matang sebelum melakukan penyempurnaan penampilan dengan bedah kosmetik maupun bedah plastik.