Turunkan Kadar Gula Nasi! Mahasiswa UII Jogja Bikin Alatnya...

Mahasiswa UII pencipta alat penurun glikemik pada nasi. (Harianjogja.com/UII)
13 Oktober 2018 15:20 WIB Nina Atmasari Lifestyle Share :

Solopos.com, JOGJA — Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja menciptakan alat penurun glikemik pada nasi. Alat yang diberi nama Roger—kependekan dari Reducer of Glycemic Index in Rice—ini bisa menjadi solusi bagi bisnis makanan yang memanfaatkan nasi dengan kadar gula lebih rendah.

Tim Roger yang merancang Reducer of Glycemic Index in Rice itu terdiri atas mahasiswa UII Jogja dari berbagai disiplin ilmu. Mereka adalah Nurul Hidayah (Fakultas Kedokteran), David Arohman (Fakultas Teknologi Industri), Istnaini ‘Ainur Rohmah (Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya), Desi Nasriyanti (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), serta Damas Reza Pramuditya (Fakultas Teknologi Industri).

Kepada Harianjogja.com dari Solopos Group, Nurul Hidayah menjelaskan glukosa merupakan sumber bahan bakar utama dalam tubuh. Namun, peningkatan gula dalam darah merupakan kondisi yang paling dihindari karena akan berdampak buruk bagi tubuhnya dan menimbulkan penyakit yang disebut dengan diabetes mellitus (DM).

Pada tahun 2010, terdapat 285 juta orang mengalami DM dan akan meningkat menjadi 439 juta pada tahun 2030. Kunci utama pengobatan DM adalah mencegah progresifitas penyakit. "Salah satu upayanya yaitu modifikasi gaya hidup pada penderita DM dengan pengaturan jumlah glukosa yang masuk ke dalam tubuh," terangnya dalam siaran pers yang diterima Harianjogja.com di Kota Jogja, Senin (27/8/2018).

Desi Nasriyanti menambahkan sumber karbohidrat seperti nasi putih disinyalir sebagai salah satu penyumbang kadar glukosa yang tinggi dalam setiap komposisi makanan. Pelaksanaan kegiatan ini dirancang dengan menggunakan filosofi Kaizen yang meliputi tahap plan-do-check-action dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindakan.

Mekanisme alat Roger dengan memadukan sistematika kerja penanak nasi dan peniris minyak, memanfaatkan sistem pemanas dan termostat yang dapat menanak nasi serta gaya sentrifugal untuk merubah tekanan dalam ruangan dengan kecepatan putaran tertentu. Hasil dari proses tersebut berupa alat Roger yang siap pakai dengan kapasitas 3 kg dan waktu masak selama 45 menit. Roger telah terbukti menurunkan indeks glikemik nasi putih dengan penurunan sebesar 27%.

"Pada proses pengujian lanjut terhadap pasien penderita Diabetes Mellitus (DM) didapatkan hasil penurunan nilai glukosa darah," katanya.

David Arohman mengatakan, tim UII Jogja-nya bekerja sama dengan bisnis katering sehat My Heartbeat Company dalam rangka penerapan. Respons yang telah diberikan oleh mitra tersebut adalah berupa peningkatan efektifitas dalam memproduksi makanan untuk penderita penyakit khusus terutama DM dan membantu memperluas pemasarannya. "Diharapkan alat Roger dapat membantu bisnis makanan sehat yang lain dan masyarakat pada umumnya sehingga upaya hidup sehat dapat diterapkan lebih maksimal," ucapnya.

Sumber : Harianjogja.com