Jangan Tunda Makan Sayuran Hijau Rebus, Bikin Asam Urat

Ilustrasi brokoli rebus (Youtube)
22 Oktober 2018 22:40 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Sayuran hijau adalah makanan wajib bagi pelaku diet. Makanan yang satu ini biasanya dikonsumsi untuk mempercepat penurunan berat badan. Sayangnya, tidak semua orang berhasil menerapkan metode diet sayuran hijau.

Ada sejumlah orang yang justru menderita asam urat meski telah menjalani diet sayuran hijau. Mengapa demikian? Ternyata, kesalahannya terletak pada metode memasak sayuran hijau yang kurang tepat.

Menurut dokter bernama Dilla Kusumasari, kesalahan utama pelaku diet adalah mengabaikan proses masak sayuran hijau. Dokter yang praktik di Rumah Sakit Paru Solo tersebut mengatakan, sayuran hijau harus dimasak dengan benar agar khasiatnya terserap sempurna oleh tubuh ketika dikonsumsi.

"Sayuran hijau harus dimasak dengan benar. Cara merebusnya jangan asal-asalan. Didihkan air terlebih dahulu sebelum merebus sayuran. Setelah air mendidih, masukkan sayuran hijau dan rebus sekitar dua sampai tiga menit, " kata dokter Dilla Kusumasari saat berbincang dengan Solopos.com, di Griya Solopos, Senin (22/10/2018).

Sayuran hijau yang telah matang harus langsung dikonsumsi. Jika ditunda, maka kadar purin di dalamnya bakal meningkat dan menyebabkan asam urat. "Sayuran hijau yang sudah matang harus segera dikonsumsi. Jangan ditunda-tunda, nanti purinnya malah naik dan menyebabkan asam urat," sambung Dilla Kusumasari.

Dikutip dari Health Line, purin adalah bahan alami yang ada di dalam tubuh namun terkandung dalam beberapa jenis makanan. Purin biasanya akan terpecah menjadi asam urat. Jika jumlahnya berlebihan, purin bakal mengendap dan mengkristal di sendi yang menyebabkan peradangan.

"Jadi, kalau mau makan sayuran hijau mending direbus sendiri di rumah. Kalau beli yang matang di warung makan kan kita enggak tahu masaknya kapan. Padahal kalau sudah matang dan didiamkan dalam waktu lama kandungan purin di dalamnya bakal meningkat," tutup Dilla Kusumasari.