Hasil Penelitian: Mager Lebih Berbahaya Ketimbang Merokok

Olahraga (Youtube)
24 Oktober 2018 12:30 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Malas beraktivitas atau yang sekarang dikenal dengan istilah malas gerak (mager) ternyata lebih berbahaya ketimbang merokok. Berdasarkan penelitian, kurang berolahraga berisiko lebih besar menderita diabetes atau jantung.

Para peneliti di Cleveland Clinic meneliti lebih dari 122.000 pasien yang berpartisipasi dalam uji treadmill antara tahun 1991 sampai 2014.

Hasil penelitian menunjukkan kebugaran kardiorespirasi (kesanggupan sistem jantung, paru, dan pembuluh darah untuk berfungsi optimal) berkaitan dengan hidup lebih lama, sementara kebugaran aerobik ekstrem memberikan manfaat sangat besar, terutama bagi pasien di atas 70 tahun dan pasien dengan darah tinggi (hipertensi), menurut USA Today dalam laporannya seperti dikutip Antara, Selasa (23/10/2018).

Penelitian juga mengatakan risiko yang ditimbulkan dengan tidak berolahraga adalah sama atau lebih tinggi dibandingkan faktor risiko pada umumnya, seperti merokok atau diabetes.

“Kebugaran aerobik adalah sesuatu yang sebagian besar pasien dapat mengendalikannya. Dan kami menemukan dalam penelitian kami tidak ada batasan seberapa banyak berolahraga,” ujar Wael Jaber, M.D, ahli jantung bersama Cleveland Clinic dan penulis utama penelitian.

Penelitian telah dipublikasikan pada 19 Oktober dalam Journal of the American Medical Association Network Open. Beberapa penelitian tidak hanya memuji manfaat dari olahraga rutin, namun studi menunjukkan orang-orang di seluruh dunia belum cukup berolahraga. Bulan lalu, penelitian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menemukan 1,4 miliar orang-orang di seluruh dunia tidak melakukan aktivitas fisik, yang menempatkan mereka pada risiko penyakit seperti diabetes.

Pada Juni, sebuah laporan dari Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa hanya 23 persen orang Amerika yang cukup berolahraga. Pedoman CDC menyarankan agar orang-orang Amerika melakukan olahraga aerobik sedang selama 150 menit per pekan, bersama aktivitas penguatan otot selama dua kali sepekan.

Berolahraga dua hari sepekan sudah cukup menawarkan manfaat-manfaat. Pada Mei, sebuah penelitian dari Exercise and Environmental Medicine at Texas Health Presbyterian Hospital and the University of Texas Southwestern Medical Center menemukan berolahraga dua hingga tiga kali sepekan dapat menimalisir kekakuan arteri berukuran sedang.

Sumber : Antara