Dear Suami, Nyatakan Cinta Bisa dengan Memasak Hlo

27 Oktober 2018 10:00 WIB Dewi Andriani Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO - Banyak cara yang dapat dilakukan suami untuk menyatakan perasaan cintanya kepada istri. Tidak harus melalui kata-kata romantis, dari hal-hal sederhana pun suami dapat menunjukan rasa cinta itu, misalnya dengan membantu istri melakukan pekerjaan rumah termasuk memasak.

Berdasarkan hasil studi Hill Asean 2018, ditemukan hanya 3 dari 10 suami yang membantu istri memasak di dapur. Padahal, ketika suami dapat membantu istri di dapur keharmonisan keluarga akan meningkat karena pasangan merasa lebih dihargai dan diperhatikan.

Pakar relationship Indra Noveldy sebagaimana dilansir Bisnis.com, Sabtu (27/10/2018), mengatakan bahasa cinta dapat disampaikan melalui kata-kata pujian serta pelayanan. Keduanya dapat dipraktikkan dalam urusan dapur, kata pujian dapat disampaikan ketika istri telah menyiapkan masakan yang enak dan lezat.

Pelayanan bisa ditunjukkan dengan cara membantu istri memasak atau bahkan membuatkan makanan untuk istri dan anak. Ini menunjukan rasa kepedulian dan rasa cinta yang diekspresikan melalui tindakan.

“Menyatakan rasa sayang dengan menunjukkan kehadirannya di dapur meski mungkin hanya bercanda-canda tetapi itu bisa menciptakan momen indah bersama istri,” ujar Indra Noveldy.

Di sisi lain, para istri juga harus dapat menyampaikan unek-unek yang ada di dalam hati dan pikirannya, apalagi terkait dengan pembagian peran dan tanggung jawab bersama pasangan. Jangan sampai perasaan tersebut terus dipendam.

Sebab, dengan adanya komunikasi, keduanya akan mengetahui hal terdalam yang diinginkan oleh pasangan, misalnya butuh dibantu atau diapresiasi. “Jika memang ingin dibantu suami mulailah meminta tolong agar suami tahu diirnya dibutuhkan untuk membantu istri mengurus pekerjaan rumah, termasuk memasak,” terangnya.

Lebih lanjut studi yang dilakukan Nation Insight 2018 mengindikasikan bahwa memberi apresiasi dan penghargaan kepada pasangan di dalam pernikahan merupakan hal yang sangat penting.

Adri Reksodipoetro, Managing Director Nation Insights, mengatakan banyak wanita di Indonesia yang merasa kurang dihargai oleh suami. Padahal mereka sudah lelah bekerja seharian, ketika di rumah masih harus dilanjutkan dengan mengurus anak dan memasak.

“Kurangnya apresiasi dari suami menjadi penyebab utama mengapa wanita merasa frustasi. Rasa frustasi ini kemudian menimbulkan konflik, sehingga rumah tangga menjadi tak harmonis,” jelasnya.

Menurutnya dalam hal yang paling ekstrem, kurangnya apresiasi terhadap pasangan, termasuk dalam hal urusan dapur memiliki konsekuensi bahkan hingga perceraian.

Kesetaraan Gender

Sementara itu, perwakilan dari komunitas Aliansi Laki-Laki Baru, Eko Bambang Subiantoro mengatakan kegiatan memasak bukan hanya perihal rasa sayang atau cinta tetapi juga terkait pola pikir dalam hal kesetaraan gender.

Sebab, di saat istri dapat membantu perekonomian keluarga dengan bekerja, lelaki pun seharusnya dapat melakukan pekerjaan secara baik, tidak hanya di ranah publik tetapi juga domestik.

“Sama seperti perempuan yang bisa bekerja dan mengurus rumah tangga, lelaki pun seharusnya bisa bekerja sekaligus ikut mengurus anak dan memasak,” ujarnya

Perubahan pola pikir itu, hanya bisa dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni pengetahuan, komitmen, dan keterampilan. Cara termudah adalah dengan meningkatkan keterampilan lelaki dalam memasak.

“Kalau dia sudah bisa masak, ya, nanti pola pikirnya bisa ikut berubah juga bahwa lelaki juga biasa untuk memasak,” ucapnya.