Tips Hilangkan Trauma Naik Pesawat

Ilustrasi dalam pesawat (Istimewa)
31 Oktober 2018 02:00 WIB Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kabar jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, Senin (30/10/2018) selain meninggalkan duka juga menimbulkan trauma psikologis bagi sebagian orang.

Juanda, 45 tahun, menuturkan kepada Bisnis bahwa rencana perjalananan ke Riau pada 1 November 2018 terpaksa dibatalkan karena dirinya merasa takut untuk naik pesawat dalam waktu dekat. 

Rena Masri, psikolog klinis dewasa mengatakan rasa panik dan cemas untuk naik pesawat bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya ada fobia ketinggian, trauma karena pernah mengalami turbulensi saat naik pesawat, kehilangan orang terkasih saat kecelakaan pesawat atau akibat membaca atau melihat berita tentang kecelakaan pesawat.

"Jika penyebab takut terbang adalah phobia seperti yang tadi sudah dijelaskan, sebaiknya segera menemui ahli," tutur Rena saat dihubungi Bisnis, Selasa (30/10/2018).

Rena juga memberikan beberapa tips jitu untuk mengurangi kecemasan dan perasaan takut saat akan bepergian dengan pesawat terbang, yaitu;

1. Mengakui dan jujur pada diri sendiri bahwa kita sedang cemas atau takut.
2. Pikirkan apa yang akan Anda lakukan saat sampai di tempat tujuan
3. Siapkan segala hal yang menyenangkan yang Anda sukai untuk dilakukan di dalam pesawat (misalnya buku bacaan, musik, games tertentu, snack, dan sebagainya).
4. Hindari melihat atau membaca berita yang akan memperburuk kecemasan Anda
5. Saat Anda cemas di dalam pesawat, tarik nafas dalam secara teratur.
6. Mengobrol dengan orang di sebelah Anda.
7. Usahakan untuk terbang dengan nyaman dan santai. Misalnya dengan tidak terburu buru ke airport, siapkan semua kelengkapan dengan baik dan sebagainya.
8. Berupaya untuk memikirkan hal hal yang positif atau menyenangkan terutama selama berada dalam pesawat.
9. Berusaha menikmati penerbangan misalnya dengan menikmati keindahan langit atau awan dengan segala bentuknya.
10. Jangan lupa berdoa
 
 
 
 

 

Sumber : Bisnis Indonesia