Peneliti: Film Superhero Ajarkan Pesan Buruk ke Anak

Avengers: Infinity War (Marvel.com)
10 November 2018 11:10 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Film bertema superhero atau pahlawan super menjadi favorit banyak anak-anak hingga dewasa. Film superhero bahkan laris manis dan menjadi box office di berbagai penjuru dunia.

Film ini disebut membawa pesan positif tentang kebaikan mengalahkan kejahatan, namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan film tersebut sebenarnya mengirimkan pesan berbahaya kepada anak lelaki dengan menggambarkan karakter baik dengan menoleransi kekerasan.

Sebuah analisis memerinci dari 10 film pahlawan super yang dirilis pada tahun 2015 dan 2016 menemukan bahwa tokoh protagonis, atau orang baik, rata-rata melakukan 23 tindak kekerasan dalam satu jam dan tokoh antagonis orang jahat, melakukan 18 tindak kekerasan per jam, menurut laporan dpa dilansir Antara, Kamis (8/11/2018).

Anehnya, tokoh protagonis juga berperan sebagai pembunuhan lebih banyak dari tokoh antagonis. Selanjutnya, pahlawan super lelaki terlibat dalam lima kali melakukan kekerasan.

“Anak-anak dan remaja melihat pahlawan super sebagai orang baik, dan mungkin dipengaruhi oleh peran mereka dalam berperilaku mengambil risiko dan melakukan kekerasan,” ujar Profesor Pediatri di Penn State College of Medicine sekaligus penulis utama Robert Olympia, yang dipresentasikan di konferensi American Academy of Pediatrics tahun 2018.

Kendati demikian, bukan berarti film-film pahlawan super ditarik dari peredaran. Kuncinya, sambung peneliti utama John Muller, mendiskusikan konsekuensi dari kekerasan. Muller menganjurkan agar keluarga menonton bersama dan memastikan berbicara mengenai kekerasan dalam film. Hal ini membantu anak mengembangkan keterampilan berpikir kritis untuk mengevaluasi apa yang mereka lihat dan menyesuaikan dengan nilai-nilai yang berlaku di keluarga.

Sumber : Antara