Muda Berkarya: Tantangan Anak Muda Zaman Now

Astrid Widayani (Istimewa)
16 November 2018 18:11 WIB Astrid Widayani (YRP) Lifestyle Share :

Muda Berkarya hadir setiap Jumat di The Young Koran Umum Solopos diasuh oleh Astrid Widayani, inisiator Youth Reinforcement Program (YRP).  Sekretariat YRP di Jl. MT Haryono 34B, Manahan, Solo, Telepon (0271) 7467243.  

Astrid Widayani

Solopos.com, SOLO --  Hidup di zaman teknologi sangat memudahkan anak muda untuk menggali ilmu pengetahuan secara luas dan tak terbatas. Kemudahan ini menjadi kelebihan untuk anak milenial (Generasi Y, lahir 1977-1994) dan generasi yang lahir sesudahnya yaitu generasi Z (1995-2012), dan generasi Alpha.

Di sisi lain, dalam perkembangannya, dunia telah memasuki revolusi industri 4.0 di mana semua mengarah kepada Internet of Things (IoT). Inilah yang menjadi tantangan anak muda kekinian atau anak zaman now.

  • Apakah bisa betul-betul memahami hakikat ilmu pengetahuan dan penerapan keterampilan dengan banyaknya sumber referensi yang ada?
  • Apakah bisa lebih bersabar dalam menjalani proses daripada memilih semua hal yang lebih praktis atau instan saja?
  • Apakah anak muda saat ini bisa memilah data atau fakta yang bisa cepat berubah dan disebarluaskan?
  • Apakah sudah bisa mengenali kepribadian kita yang sesungguhnya hingga tidak gampang terbawa oleh arus zaman dan pergaulan?

Tantangan era revolusi industri 4.0 adalah tantangan kita bersama. Demi terwujudnya anak muda Indonesia unggul dan berkarakter yang nantinya akan berkompetisi tanpa batas secara global, saya memberanikan diri untuk menggagas sebuah wadah baru dalam bentuk program bernama “Youth Reinforcement Program” (YRP) dengan fokus pada pengembangan soft skill dan karakter (personality).

Apa Itu YRP?

Astrid Widayani

Youth Reinforcement Program” (YRP) diawali dari kepedulian dan komitmen dalam mengembangkan kemampuan personal anak muda Indonesia, baik dari segi soft skills yang tidak cukup didapatkan dari pendidikan formal maupun pengembangan karakter (personality). Saya ingin berkontribusi kepada anak muda Indonesia dengan berbagi nilai-nilai (values) yang bisa mengantarkan mereka kepada kesuksesan masing-masing hingga bagaimana bisa bersaing di kompetisi warga dunia yang semakin borderless.

YRP saya mulai di Solo, kota tercinta tempat kelahiran saya. Dari Solo saya mengamati begitu banyaknya potensi anak muda yang luar biasa namun belum tergali maksimal, terutama jika mulai ‘tampil’ dan berhubungan dengan mental terutama dengan teman-teman di kota besar lain atau bahkan dengan teman-teman di luar negeri.

Ada beberapa hal yang menyebabkan anak muda Solo atau anak daerah lainnya masih cenderung minder atau rendah diri. Antara lain budaya lokal ewuh pekewuh, budaya malu, pendidikan dengan metode pasif (lebih banyak teori daripada praktik), kebiasaan menertawakan teman apabila melakukan kesalahan, sampai dengan istilah yang sedang banyak terjadi yaitu penindasan (bullying).

YRP Solo ingin membantu anak muda Indonesia khususnya Solo dalam menangani problematika ini. Saya dan tim expertise di YRP Solo sudah menyiapkan konsep pendampingan untuk pengembangan keilmuan, keterampilan, dan kepribadian dengan metode yang telah disesuaikan dengan kebutuhan zaman saat ini.

Kami akan mengedepankan pembelajaraan dengan bahasa Inggris sebagai aspek utama selain pemahaman yang lebih mendalam mengenai digital literacy. Setiap peserta akan mendapatkan portofolio sebelum dan sesudah program.

Dalam setiap materi program, peserta juga akan bertanggungjawab dengan project masing-masing yang diharapkan langsung bisa diterapkan di lingkungannya. Tidak hanya itu, dalam membekali peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, program ini akan diakhiri dengan tes resmi TOEIC yang langsung bisa dipakai untuk mengambil beasiswa atau untuk bekerja.

Durasi per peserta adalah sejumlah 24 kali pertemuan atau sekitar 3 bulan apabila dilaksanakan selama 2 kali dalam sepekan.

Sebagai bagian dari anak muda Solo, saya yakin program ini akan sangat mendukung kesiapan kota Solo sebagai salah satu kota pariwisata dan budaya dunia.

Salam Muda Berkarya.