Makan Larut Malam Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ilustrasi makan bersama (Pictagram)
18 November 2018 06:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Sebagian orang, khususnya pelaku diet biasanya takut makan berat di malam hari. Ketakutan itu muncul karena makan malam bakal menambah bobot tubuh. Namun, pada kenyataannya hal itu bukanlah satu-satunya risiko dari makan malam terlalu larut.

Hasil penelitian yang dibahas dalam American Heart Association's Scientific Seasson, Sabtu (10/11/2018), menyebut makan malam terlambar berdampak buruk bagi kesehatan jantung. Makan malam di malam hari disebut meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dikutip dari Live Science, Sabtu (17/11/2018), makan di atas jam 21.00 malam juga berisiko meningkatkan berat badan, menyebabkan darah tinggi, serta diabetes. Sejumlah peneliti dari Mayo Clinic menyarankan seseorang makan malam tidak lebih dari pukul 18.00 malam.

Peneliti dari Mayo Clinik menemukan fakta 19 persen orang yang makan malam setelah jam 18.00 mengalami masalah kenaikan gula darah yang berisiko menimbulkan diabetes. Sementara 23 persen lainnya disebut mengalami masalah dengan tekanan darah.

Berbagai masalah tersebut muncul karena fungsi bagian nukleus di otak kecil yang mengendalikan jam tubuh terganggu. Selama ini, nukleus merupakan bagian otak yang memberi tahu tubuh sinyal untuk makan, tidur, bangun, serta aktivitas lainnya. Nah, kinerja nukleus tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari cahaya hingga aktivitas fisik, khususnya makan.

"Makan besar lebih dari jam 18.00 berisiko memperlambat metabolisme tubuh, meningkatkan tekanan darah, serta risiko diabetes. Jadi, Anda harus mengatur jam makan dengan baik jika ingin tubuh tetap sehat," demikian penjelasan dari Kristen Knutson, seorang peneliti dari Northwestern University, Amerika Serikat.