Hasil Penelitian: Minuman Manis Lebih Berbahaya dari Dessert

Ilustrasi Jus buah dan sayur (Pictagram)
27 November 2018 23:40 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Selama ini makanan manis selalu jadi kambing hitam yang dianggap menambah bobot tubuh. Itulah sebabnya para pelaku diet biasanya menghindari makanan penutup alias dessert manis demi mempercepat penurunan bobot tubuh.

Sayangnya, pelaku diet biasanya lupa dengan minuman manis yang sebenarnya juga menambah bobot tubuh. Berbagai minuman manis yang menyegarkan seperti es teh manis, es jeruk manis, es buah, es teler, atau jus, masih sering dikonsumsi pelaku diet.

Bahkan, banyak pelaku diet yang dengan sengaja minum jus atau milkshake khusus yang dianggap ampuh menurunkan bobot tubuh. Padahal, kenyataannya berbagai minuman manis tersebut justru lebih berbahaya daripada dessert.

Mengutip Huffington Post, Selasa (27/11/2018), minuman manis ternyata lebih berbahaya dibandingkan dengan dessert yang mengandung gula alami. Penelitian yang dilakukan tim dari rumah sakit St Michael's Kanada menemukan, minuman manis mengandung fruktosa tambahan lebih berisiko meningkatkan diabetes tipe 2.

Fruktosa merupakan gula alami yang terkandung dalam buah dan sayuran. Fruktosa biasanya ditambahkan ke dalam makanan seperti kue, soft drink, atau sereal. Dari sekian banyak, fruktosa paling sering ditambahkan ke dalam minuman. Padahal penambahan gula alami yang telah diproses secara kimia tersebut berisiko meningkatkan penyakit diabetes tipe 2.

Fruktosa dapat merangsang produksi sel lemak. Namun, fruktosa tidak merangsang produksi hormon leptin yang bertugas mengatur asupan dan pengeluaran energi. Jadi, mengonsumsi fruktosa berlebihan dikhawatirkan bakal menambah tumpukan lemak. Nah, mulai sekarang sebaiknya kurangilah minuman berpemanis.