Muda Berkarya: Mahir Inggris Menangkan Persaingan Global

Astrid Widayani berbaju hitam (Istimewa)
07 Desember 2018 09:00 WIB Yonantha Chandra Premana Lifestyle Share :

Muda Berkarya hadir setiap Jumat di The Young Koran Umum Solopos diasuh oleh Astrid Widayani, inisiator Youth Reinforcement Program (YRP). Sekretariat YRP di Jl. MT Haryono 34B, Manahan, Solo, Telepon (0271) 7467243, no handphone 08562816271.

Solopos.com, SOLO -- Sebagai warga Solo asli, saya merasakan betul bagaimana budaya lokal sangat kuat membentuk karakter seseorang. Apabila dipandang dari segi latar belakang budaya, rata-rata budaya lokal yang dekat dengan keraton atau kerajaan di masa lampau sangat terasa kental hingga sekarang.

Pada umumnya budaya lokal ini menjadi ciri khas bagi masyarakat setempat. Namun sayangnya, anak muda yang hidup di era modern saat ini masih bingung membedakan antara akar budaya lokal dan perkembangan budaya yang dinamis.

Hampir semua anak-anak lebih fokus untuk bisa diakui dan eksis sesuai dengan budaya baru yang menggeser budaya lokal. Hal ini sangat dipengaruhi oleh stimulasi dari berbagai kemajuan teknologi dan variabel budaya asing yang mendominasi perkembangan kepribadian anak hingga remaja. Nguri-uri budaya Jawi akhirnya terkikis oleh penyimpangan makna modernisasi yang salah kaprah.

Seiring perkembangan zaman, setiap warga negara secara langsung atau tidak langsung sudah menjadi warga dunia. Hal ini disebabkan oleh adanya perpindahan informasi yang tidak terbatas, terbukanya lapangan pekerjaan berskala Internasional, dan perdagangan dunia.

Komunikasi menjadi sangat penting sebagai alat bantu penyampai informasi. Hal inilah yang menjadikan bahasa Inggris sebagai jembatan penghubung komunikasi lintas negara. Bahasa Inggris tidak hanya menjadi bahasa Internasional, tetapi sudah menjadi kebutuhan individu apabila berkaitan dengan pekerjaan, studi, perdagangan, atau bahkan kegiatan bisnis antarnegara.

Namun demikian bahasa Inggris ini hanya sebagai alat bantu kita dalam berkomunikasi, bukan untuk merubah kita sebagai jati diri bangsa Indonesia atau jati diri wong Solo.

Apapun bidang pekerjaan atau profesi yang akan dipilih, anak muda generasi millenial akan mengalami tantangan yang sama yaitu persaingan dalam kemampuan berbahasa Inggris.

Semua aspek dalam kehidupan secara global sudah menggunakan bahasa Inggris, mulai dari teknologi yang kita pakai sehari-hari, referensi pembelajaran untuk siswa, hingga budaya populer (popular culture) seperti buku, film, musik dan lain sebagainya.

English Skill

Kualifikasi dasar yang membedakan antara satu individu dengan individu lain adalah pengetahuan, kemampuan personal, dan keterampilan termasuk keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris (English skill). Untuk menjawab tantangan zaman, Youth Reinforcement Program (YRP) sangat berkomitmen khususnya dalam peningkatan keterampilan berbahasa Inggris.

YRP merupakan sebuah program intensif yang kami rancang untuk pengembangan kepribadian yang positif, peningkatan kemamampuan softskill, serta pembelajar bahasa Inggris secara efektif dan aktif. Metode yang digunakan seluruhnya menggunakan pendekatan personal dan merupakan individual project.

Bahasa Inggris bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan dan hambatan yang berarti. YRP siap mendampingi anak muda Indonesia yang ingin berkontribusi untuk bangsa. YRP menyiapkan anak muda untuk siap menjadi warga dunia tanpa melupakan budaya lokal. Be a global leader, start from now!

Salam Muda Berkarya.