Awas! Kurang Tidur Bikin Anda Kelihatan Lebih Tua 9 Tahun

Foto ilustrasi: Kurang tidur (freepik)
10 Desember 2018 20:11 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Kurang tidur saat ini sudah menjadi masalah global. Di Amerika Serikat misalnya, enam dari sepuluh orang mengalami kurang tidur.
Sebuah penelitian mengambil sampel dari 1.000 orang di AS. Sebanyak tiga dari lima orang yang disurvei (58 persen) mengaku mengalami kurang tidur.

Dikutip dari New York Post, belum lama ini, temuan ini muncul sebagai bagian dari penelitian global yang melihat kualitas tidur dari 12.000 orang. Mereka juga melihat hambatan untuk beristirahat dengan baik. Inggris menjadi negara dengan individu kurang tidur terbesar di dunia. Sementara Singapura dan Australia menyusul di tempat kedua dan ketiga. Sementara AS berada di tempat keempat.

Penelitian ini dilakukan oleh Princess Cruises sebagai bagian dari Global Relaxation Report. Studi ini seakan menegaskan saat ini, kurang tidur merupakan masalah yang sudah mendunia. Sebanyak 51 persen dari populasi dunia yang diteliti mengalami kurang tidur.  Sebanyak 12.000 orang mengatakan mereka belajar menggunakan akhir pekan mereka hanya untuk tidur menggantikan waktu yang hilang selama sepekan.

"Tidur terus menjadi masalah orang di seluruh dunia dan lintas generasi, baik di rumah atau saat bepergian. Tidur adalah pengalaman sensorik yang vital dan memungkinkan tubuh untuk mengisi dan memulihkan diri dari ketegangan mental dan fisik," kata Pakar tidur Michael Breus seperti ditulis liputan6.com, belum lama ini.

Padahal durasi dan kualitas tidur sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang. Para ahli menyarankan agar manusia tidur 6 jam-8 jam per hari.
Dikutip dari laman WebMD.com, tidur kurang dari 4 jam bisa meningkatkan risiko penuaan dini. Seseorang yang terbiasa begadang dan tidur sangat sebentar setiap harinya akan terlihat 9 tahun lebih tua dari usia aslinya.

Orang-orang yang tidur kurang dari empat jam dipercaya akan mengalami penurunan kemampuan berpikir. Lebih mengerikan lagi, orang-orang yang terbiasa begadang akan mengalami penurunan kemampuan penalaran, kemampuan verbal juga kemampuan untuk mengingat. Peneliti menjelaskan jika tidur yang kurang bisa membuat seseorang lebih mudah kehilangan kemampuan memori jangka pendek maupun jangka panjangnya.

Hasil studi tentang tidur tersebut didapat dari penelitian yang melibatkan lebih dari 40.000 orang di seluruh dunia. Dalam penelitian itu diketahui bahwa terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur dapat merusak otak. Peserta menyelesaikan survei secara daring dan serangkaian tes kemampuan mental, seperti penalaran, ingatan, dan keterampilan verbal.

Mereka yang tidur rata-rata 7 jam-8 jam semalam merasa tubuhnya lebih baik daripada mereka yang tidur kurang dari tujuh jam dalam semalam.
Sekitar setengah dari peserta menyampaikan mereka biasanya tidur kurang dari enam jam semalam. Rupanya, itu berdampak pada penalaran dan kemampuan verbal. Sementara itu, memori jangka pendek relatif tidak terpengaruh oleh pola tidur.

Ada beberapa bukti lain bahwa tidur malam dapat memengaruhi kemampuan berpikir. Penelitian lain menyebutkan peserta yang tidur lebih banyak dari biasanya sebelum ikut tes ternyata lebih baik daripada mereka yang biasa kurang tidur. Studi ini diterbitkan pada 9 Oktober 2018 di Sleep Journal.
"Kami benar-benar ingin menemukan kebiasaan tidur orang-orang di seluruh dunia," kata peneliti Adrian dari Owen Cognitive Neuroscience and Imaging di University of Western Ontario, Kanada.

Para peserta memberikan banyak informasi tentang kebiasaan tidur mereka. Mereka memberi tahu hal-hal, seperti obat yang diminum, usia, dan latar belakang pendidikan yang dimiliki. "Kami menemukan bahwa jumlah tidur ideal atau optimal bisa menjaga otak dan kulit tetap baik. Tidur yang baik adalah enam jam-delapan jam setiap harinya. Kurang atau lebih dari itu sangat tidak disarankan," ungkap Conor Wild seorang peneliti dari Laboratorium Owen.
Selain itu, para peneliti di Kings College London menemukan bahwa kurang tidur bisa memicu rasa lapar yang berlebih. Tidur selama 5 jam atau kurang dalam sehari sangat memungkinkan seseorang konsumsi kalori berlebih setiap harinya. Semakin banyak waktu seseorang untuk terjaga, besar kemungkinan baginya untuk terus merasa lapar dan ingin makan.