Seputar Selulit, Mitos atau Fakta?

Foto ilustrasi: Selulit (livestrong)
12 Desember 2018 20:36 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Setiap wanita ternyata memiliki selulit pada tubuhnya. Kebanyakan mereka juga melakukan hal yang sama, yaitu mencari cara untuk menghilangkan selulit. Namun ternyata Anda tidak perlu memaksakan diri untuk menghilangkan selulit pada kulit.

Kebanyakan wanita khawatir tentang penampilannya. Dengan adanya selulit di kulit, Anda menjadi kurang percaya diri. Selulit bisa muncul karena pertumbuhan tubuh dan timbunan lemak. Atau faktor lainnya seperti pubertas dan hamil.
Hal ini merupakan hal yang wajar. Anda tetap dapat melakukan upaya agar mengurangi selulit. Namun, pastikan Anda tidak terlalu memaksakan diri, sehingga menimbulkan stres. Berikut sejumlah mitos selulit seperti yang dilansir dari situs Boldsky dan ditulis liputan6.com, belum lama ini. Kira-kira benar atau salah ya?

Olahraga kardio membantu hilangkan selulit
Hasil penelitian para ilmuwan di South Shore YMCA di Quincy, Massachusetts, membuktikan bahwa berolahraga pada umumnya bisa membuat berat badan seseorang turun tapi tidak membuat selulitnya menghilang.

Krim membantu samarkan selulit
Sejauh ini belum ada kasus yang membuktikan bahwa krim penghilang selulit atau jenis kosmetik serupa dengan kata-kata pemberi harapan palsu yang tertera di kemasannya, bisa membantu menghilangkan jejak tak enak dipandang pada tubuh itu. Ironisnya, banyak wanita tetap berniat untuk mengeluarkan uang sebanyak apa pun demi mendapatkan kulit mulus tanpa selulit. Ketika hasilnya tak kunjung muncul, mereka justru malah memaklumi hal tersebut dan membeli lagi karena berpikir bahwa krim sebelumnya belum berhasil atau belum cukup efektif digunakannya hingga upaya menghilangkannya selalu gagal.

Operasi liposuction bantu musnahkan selulit
Sebagai wanita, Anda harus selalu waspada akan efek samping yang mungkin harus dilalui apabila mengandalkan kemampuan seorang ahli kecantikan untuk melancarkan prosedur kosmetik. Selain memakan biaya terlampau banyak dan bisa menyebabkan kematian, tindakan ini ternyata juga ternyata bisa mengakibatkan distribusi lemak dalam tubuh tidak merata jika tidak terlaksana dengan baik. Karena selulit justru menjadi lebih terlihat lantaran menonjol dan bisa semakin buruk penampakannya dengan adanya ketidakcocokan pada obat yang diberikan dokter pasca-operasi.

Selulit itu masalah keberuntungan masing-masing orang
Ini merupakan salah satu pemikiran paling dangkal yang sayangnya sudah menjadi stigma untuk beberapa wanita. Semua wanita harus paham bahwa fakta membuktikan 80 persen hingga 98 persen wanita pasti memiliki selulit atau akan menghadapi kondisi tersebut nantinya. Ini biasanya akan terlihat jauh lebih buruk atau lebih cepat muncul apabila seorang wanita gemar mengonsumsi makanan berlemak. Lemak tersebut memang tertimbun di dalam tubuh, namun keberadaanya bisa terdeteksi dari luar. Mengapa? Timbunan lemak membuat jaringan kulit atau serat kolagen tak kuat lantaran terjepit.

Selulit hanya tampak pada seseorang bertubuh gemuk
Selulit bisa muncul pada kulit di bagian tubuh tertentu setiap wanita terlepas dari tipe tubuhnya. Perlu diketahui bahwa ukuran atau berat badan bukan satu-satunya faktor yang memungkinkan kemunculan selulit pada wanita. Faktor lain seperti perubahan atau ketidakseimbangan hormon, kurangnya aktivitas yang aktif seperti berolahraga dan juga sirkulasi darah yang buruk dalam tubuh juga bisa memicu kemunculan selulit pada tubuh.