SOLOPOS.COM - Ilustrasi kurang tidur (sleepreviewmag.com)

Solopos.com, SOLO-Apakah benar kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah tinggi? Berikut ini penjelasannya.

Kurang tidur adalah masalah yang sering dikeluhkan banyak orang. Kondisi ini bisa terjadi ketika kamu lembur bekerja atau karena faktor lainnya.

Promosi UMKM Binaan BRI Ini Jadi Kuliner Rekomendasi bagi Pemudik di Pekalongan

Namun, kurang tidur tidak baik untuk kesehatan. Kondisi ini disebut-sebut dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga berisiko menyebabkan hipertensi. Benarkah demikian? Mengapa kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi? Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Hellosehat.

 

Alasan kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah tinggi

Tidur merupakan hal penting yang harus dilakukan setiap orang. Dengan tidur, tubuh kamu beristirahat dan memulihkan energi agar siap untuk berakivitas keesokan harinya.

Namun, agar mendapat manfaat tersebut, kamu perlu memiliki tidur yang cukup dan berkualitas. National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa untuk tidur selama 7-9 jam dalam semalam setiap harinya. Bila kurang dari waktu tersebut, risiko munculnya penyakit akan semakin mudah.

Salah satu kondisi kesehatan yang bisa muncul karena kurang tidur adalah hipertensi. Bahkan, bagi yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kurang tidur bisa menyebabkan kondisinya semakin parah, sehingga gejala hipertensi bisa mungkin muncul.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut, seseorang yang tidurnya kurang dari tujuh jam dalam semalam berisiko lebih besar mengalami hipertensi. Pasalnya, selama tidur, tekanan darah cenderung menurun. Adapun bila memiliki tidur yang bermasalah dan kurang, tekanan darahnya akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

 

Kurang tidur menyebabkan stres

Kurang tidur juga bisa menyebabkan stres. Adapun stres merupakan salah satu penyebab hipertensi yang umum terjadi. Sebuah studi yang dilakukan Sleep Medicine Institute dari University of Pittsburgh menemukan bahwa stres dapat memengaruhi tekanan darah dan kesehatan jantung kamu.

Stres karena kurang tidur bisa meningkatkan tekanan darah sistolik sebesar 10 poin. Fakta ini ditemukan setelah melakukan penelitian yang melibatkan 20 orang dewasa yang sehat.

Kondisi ini bisa terjadi karena, saat kamu kurang tidur, kemampuan tubuh kamu dalam mengatur hormon stres, yaitu kortisol dan adrenalin, menjadi berkurang. Pada akhirnya, hal ini bisa menyebabkan produksi hormon stres yang berlebih pada tubuh.

Hormon stres, yaitu adernalin dan kortisol, merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal. Saat diproduksi secara berlebih, hormon adrenalin dapat meningkatkan denyut jantung, sedangkan hormon kortisol dapat meningkatkan gula atau glukosa dalam darah kamu. Adapun kedua kondisi tersebut berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

Peningkatan tekanan darah akibat stres karena kurang tidur ini memang hanya terjadi sementara. Ketika tidur kamu sudah kembali berkualitas, tekanan darah kamu bisa kembali ke kondisi yang normal.

Namun, stres yang kronis bisa menimbulkan kondisi yang serius. Begitupun bila kondisi kurang tidur kamu sudah parah. Kurang tidur yang terus menerus terjadi dan dalam waktu yang lama bisa meningkatkan tekanan darah secara permanen dan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Adapun bagi yang telah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kondisi ini bisa memperburuk hipertensi kamu dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi hipertensi.

Oleh karena itu, bila kamu mengalami kurang tidur, sebaiknya kamu segera mencari tahu penyebabnya. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter untuk dapat mengatasi kondisi tersebut sehingga kamu pun dapat mencegah hipertensi terjadi.

 

Berbagai masalah tidur yang bisa menyebabkan darah tinggi

Ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan kurang tidur, hingga menimbulkan tekanan darah tinggi. Bila hal ini terjadi pada kamu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Berikut adalah penyebab yang mungkin terjadi:

 

  1. Obstructive sleep apnea

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur yang membuat kamu berhenti bernapas beberapa saat ketika tidur. Ini merupakan gangguan tidur yang serius. Gangguan ini dapat terjadi sampai 30 kali dalam satu jam, saat kamu tidur pada malam hari. Akibatnya, kualitas tidur kamu menjadi buruk dan waktu tidur kamu menjadi kurang. kamu pun kurang berenergi dan produktif pada hari berikutnya.

Penelitian menunjukkan, orang yang mengidap obstructive sleep apnea ringan hingga sedang, memiliki risiko tinggi terkena diabtes dan hipertensi. Pada hipertensi, umumnya kondisi ini disebut dengan hipertensi sekunder, yaitu jenis hipertensi yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Jika tak diobati, OSA dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit kronis seperti stroke, gagal jantung, serta serangan jantung pada kemudian hari.

Gangguan ini biasanya memengaruhi orang paruh baya. Namun, kondisi ini bisa juga terjadi pada siapapun di segala usia, terutama orang-orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.

 



  1. Insomnia

Kondisi lain yang bisa menyebabkan seseorang kurang tidur dan berakibat pada darah tinggi adalah insomnia. Insomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang sulit untuk tertidur atau bangun terlalu dini dan tidak dapat kembali tidur.

Insomnia umumnya disebabkan oleh kondisi kejiwaan atau medis tertentu, kebiasaan tidur yang buruk, mengonsumsi alkohol atau minuman berkafein, atau merokok.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan insomnia kronis berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi. Penelitian ini melibatkan 200 orang dengan insomnia kronis (terjadilebih dari enam bulan) dan hampir 100 orang yang tidak mengalami insomnia.

Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa seseorang dengan insomnia kronis, yang membutuhkan waktu lebih dari 14 menit untuk tertidur, memiliki risiko tiga kali lipat terkena tekanan darah tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki tidur normal. Namun, studi ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Gangguan tidur ini bisa terjadi pada siapapun. Namun, kondisi ini lebih berisiko terjadi pada wanita karena siklus menstruasi atau menopause, berusia di atas 60 tahun, memiliki gangguan mental atau kondisi medis fisik tertentu, stres, dan bekerja pada malam hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya