Lifestyle
Senin, 10 Februari 2020 - 18:00 WIB

Cespleng! Ini Amalan Sederhana Agar Lolos CPNS ala Ustsz Yusuf Mansur

Newswire  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Doa (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, JAKARTA – Ustaz Yusuf Mansur menyoroti peserta tes SKD CPNS 2019 yang kedapatan membawa jimat. Dia pun mengingatkan hal tersebut dilarang agama.

Ustaz Yusuf Mansur mengatakan, banyak amalan sederhana yang membantu mengabulkan hajat seseorang jika dilakukan dengan ikhlas. Tak terkecuali hajat untuk lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019.

Advertisement

“Bismillah, kita punya Allah, jangan pakai jimat, wafak/wapak, dan benda-benda sandaran yang datengin kekuatan atau nolak bala. Buat tes CPNS, buat dagang, buat rumah, buat tempat usaha, buat karier/jabatan, buat apa saja. Jangan sampai begitu. Ada Allah. Sangat teramat cukup dengan adanya Allah. Enggak usah gitu,” terang Ustaz Yusuf Mansur seperti dilansir Okezone, Senin (10/2/2020).

Peneliti Harvard Sebut Virus Corona Semestinya Sudah Sampai di Indonesia

Ustaz Yusuf Mansur menambahkan, orang yang punya hajat tertentu sepertilolos tes CPNS 2019 semestinya memperbanyak ibadah wajib maupun sunah.

“Selain salat wajib, coba saja hidupin salat-salat sunah, qobliyah, ba’diyah, dhuha, qiyamullail atau tahajud, tambahin salat sunah taubat dan hajat di tiap-tiap salat fardu,” sambung dia.

Advertisement

Tak ketinggalan, Ustaz Yusuf Mansur juga menyarankan untuk membaca doa khusus agar hajat yang diinginkan cepat terkabul.

Viral Tugu Tol Madiun Disebut Mirip Palu Arit, Ini Penjelasan Pengelola

“Nih amalin, keren banget. Dengan izin Allah, laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhiim. Kekuatan hanya milik Allah. Kesempatan, peluang, rezeki, kemampuan, kekuasaan, izin ini itu, posisi, pertolongan, bantuan, pintu, jalan, solusi keamanan, perlindungan, bantuan, pembelaan, dan kemenangan,” imbuh dia.

Amalan tersebut sebaiknya dibaca 100 kali dalam sehari. Tetapi, jika sedang dihadapkan pada situasi darurat, maka bisa dibaca hingga 300 kali sehari.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif