Lifestyle
Senin, 17 Mei 2021 - 09:30 WIB

Haid Lebih dari Sepekan, Haruskah Diwaspadai?

Astrid Prihatini Wd  /  Newswire  /  Astrid Prihatini WD  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi haid, datang bulan (Freepik)

Solopos.com, JAKARTA--Tidak sedikit wanita mengalami haid lebih dari sepekan padahal normalnya siklus bulanan ini hanya berlangsung selama tujuh hari. Lalu, jika hal ini terjadi, haruskah diwaspadai?

Mengapa haid bisa berlangsung lebih dari sepekan? Simak ulasan selengkapnya di tips kesehatan kali ini. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita harus pahami terlebih dulu proses menstruasi terjadi karena peluruhan dinding rahim yang menebal karena tidak ada pembuahan sel telur. Normalnya perempuan akan mengalami siklus menstruasi setiap bulan.

Advertisement

Lalu normalkah jika haid lebih dari sepekan? Dokter Spesialis Kebidanan dari RSPI IVF Centre, dr. Shanty Olivia Jasirwan, SPOG-KFER menjelaskan bahwa menstruasi dikatakan normal, dengan melihat dari lama dan jumlah haidnya.

Baca Juga: Benarkah Pria dan Wanita Sulit Sekadar Bersahabat?

Advertisement

Baca Juga: Benarkah Pria dan Wanita Sulit Sekadar Bersahabat?

"Siklus normal adalah 24 hari-38 hari. Lamanya kurang dari delapan hari dan jumlahnya kurang lebih 20-80cc per siklus atau dalam hitungan pembalut 3-5 pembalut setiap hari," jelas Shanty sebagaimana mengutip laman Liputan6.com, Senin (17/5/2021).

Namun ada perempuan yang mengalami haid  lebih dari sepekan. Kondisi ini dapat disebut tidak normal, jika darah yang keluar cukup banyak dan disertai gumpalan-gumpalan.

Advertisement

Nah jika haid berlangsung lebih dari sepekan, ternyata juga patut diwaspadai bagi pasangan yang sedang dalam program kehamilan. "Jika didapatkan keluhan tersebut sangat mungkin menyebabkan terjadinya keguguran," jelasnya.

Mengutip laman Alodokter.com, ada beberapa penyebab  haid bisa berlangsung lebih dari sepekan di antaranya:

1. Ketidakseimbangan hormon

Setiap bulan, lapisan rahim akan menebal untuk mempersiapkan kehamilan. Di masa suburnya, wanita akan mengeluarkan sel telur dari indung telur (ovarium). Jika tidak terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, maka sel telur yang berada di rahim akan meluruh keluar. Hal inilah yang disebut sebagai menstruasi.

Advertisement

Nah, penebalan dinding rahim tersebut diatur oleh hormon estrogen dan progesteron. Jika kedua hormon itu jumlahnya tidak seimbang, dinding rahim akan menebal secara berlebihan dan mengeluarkan darah dalam jumlah banyak, sehingga haid dapat berlangsung lebih dari sepekan.

Baca Juga: Kue Lebaran Masih Sisa Banyak, Sebaiknya Bagaimana?

2. Masalah pada rahim

Beberapa masalah pada rahim juga dapat menyebabkan haid lebih dari sepekan, misalnya polip rahim, miom, adenomiosis, endometriosis, tumor rahim, hingga kanker rahim.

Advertisement

3. Penyakit tertentu

Selain gangguan pada rahim, beberapa penyakit lainnya, seperti gangguan pembekuan darah, penyakit Von Willebrand, radang panggul, hipotiroidisme, diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit hati, juga bisa mengakibatkan haid lebih dari sepekan atau darah menstruasi keluar banyak.

Baca Juga: Sudah Pakai Deodoran, Kok Bau Badan Masih Tak Sedap?

4. Efek samping obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu bisa menimbulkan efek samping berupa haid lebih dari sepekan. Obat-obatan yang dapat menimbulkan efek samping ini antara lain:
- Obat pengencer darah (antikoagulan).
- Obat antiperadangan.
- Obat yang mengandung hormon estrogen dan progestin.
- Obat untuk kemoterapi.
- Suplemen herbal, seperti kacang kedelai, ginkgo, dan ginseng.
5. Penggunaan alat kontrasepsi
Haid lebih dari seminggu dapat dialami oleh wanita yang menggunakan alat kontrasepsi IUD (intrauterine contraceptive device) atau KB spiral, pada 3-6 bulan pertama pemakaian. Penggunaan pil KB dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan haid menjadi lebih lama.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif