SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Hasil penelitian psikolog mengungkap, orang yang sering update status lebay di Facebook rentan terserang penyakit amnesia digital.

Solopos.com, SOLO – Situs jejaring sosial sering dipakai penggunanya untuk mengunggah kisah-kisah menarik. Termasuk hal-hal sepele yang dikemas dalam cerita yang berlebihan (lebay).

Promosi BRI Sambut Baik Keputusan OJK Hentikan Restrukturisasi Kredit Covid-19

Cara ini rupanya punya efek buruk. Psikolog dari Society for Neuropsychoanalysis, dr. Richard Serry, mengungkap, orang yang sering menulis status berlebihan dan status bohong di media sosial cenderung lebih rentan mengalami amnesia.

Fenomena ini diberi nama Amnesia Digital. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh situs networking , Pencourage, korban utama dari amnesia digital itu adalah para remaja usia 18 hingga 24 tahun.

Mereka ketahuan suka berbohong untuk melebih-lebihkan sebuah kejadian yang mereka alami di dunia nyata saat ditulis ulang di dunia maya.

“Penelitian terbaru menunjukkan ingatan dengan sengaja dimodifikasi dan akhirnya berubah menjadi tidak akurat lagi sampai akhirnya hal itu merubah jati diri kita. Berusaha untuk tetap kompetitif [di jejaring sosial] memang normal, namun menolak keaslian diri kita adalah dampak buruk dari jejaring sosial,” ujar Dr. Richard Sherry, Daily Mail (29/12/2014).

Penelitian Sherry menggunakan sample dari pengguna Facebook. Selain status lebay, pengguna yang sering memasang status bohong juga rentan terserang penyakit serupa.

Dalam beberapa kasus juga ditemukan masalah mental lain seperti ketakutan tanpa alasan jelas (paranoid) dan depresi karena merasa bersalah tidak mampu hidup seperti yang mereka tulis di status-status Facebook sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya