SOLOPOS.COM - Foto ilustrasi. Cranial Helmet. (Alodokter)

Solopos.com, SOLO-Yuk cari tahu tentang Cranial Helmet, peranti yang penting untuk kepala bayi. Ya, cranial helmet adalah helm terapi yang digunakan untuk membantu memperbaiki bentuk tengkorak kepala bayi yang peang. Helm ini hanya untuk bayi yang berusia kurang dari 12 bulan.

Dikutip dari Alodokter, helm khusus ini memiliki cangkang luar yang keras dan lapisan busa di dalamnya sehingga tidak terasa sakit dan nyaman digunakan oleh bayi.

Promosi Strategi Telkom Jaga Jaringan Demi Layanan Telekomunikasi Prima

Tidak semua bayi bisa menggunakan cranial helmet. Bayi yang akan dipakaikan helm ini harus sudah diperiksa oleh dokter dan dinyatakan “bisa” menggunakan helm ini.

 

Cara Kerja Cranial Helmet

Foramen di tengkorak bayi yang baru lahir hingga usia 12 bulan masih lunak dan beberapa bagiannya masih belum menyatu dengan sempurna. Pada sebagian bayi, posisi tidur yang sama terus-menerus, termasuk posisi telentang bisa membuat kepalanya tampak rata di satu sisi atau peang.

Penggunaan cranial helmet ditujukan untuk memberi tekanan yang lembut pada kepala bayi, agar sisi kepala yang peang perlahan-lahan kembali ke bentuk seharusnya. Helm ini juga bisa bekerja saat bayi tidur di satu posisi dalam waktu yang lama, karena akan memberikan bantalan untuk mencegah ada sisi kepala yang rata atau peang.

Namun, perlu diketahui kalau cranial helmet hanya bisa bekerja efektif jika dipakai sebelum usia bayi 12 bulan sebelum semua bagian di tengkorak menyatu seutuhnya. Helm terapi ini tidak akan membantu memperbaiki bentuk tengkorak setelah masa pertumbuhan otak selesai.

 

Prosedur dan Penggunaan Cranial Helmet

Cranial helmet tidak bisa digunakan sembarangan dan pada semua bayi, lho. Helm terapi ini baru bisa direkomendasikan setelah dokter mengevaluasi bentuk kepala bayi. Sebelum digunakan, bentuk kepala bayi akan diukur sehingga cranial helmet akan sesuai dengan bentuk kepala bayi.

Biasanya cranial helmet direkomendasikan bila metode lain tidak efektif mengatasi kepala bayi yang peang, misalnya dengan melakukan teknik perubahan posisi bayi secara teratur. Cranial helmet harus digunakan sepanjang waktu, kecuali pada saat bayi mandi.

Meski awalnya beberapa bayi bisa merasa tidak nyaman, lama-kelamaan ia akan terbiasa memakainya. Durasi penggunaan cranial helmet berbeda-beda tiap bayi, tergantung pada usia berapa ia mulai terapi helm.

Namun, rata-rata pemakaian cranial helmet selama 3 bulan sudah cukup untuk memperbaiki bentuk kepala bayi yang peang. Selama masa terapi, dokter akan terus memantau apakah bentuk kepala bayi membaik.

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan cranial helmet yang digunakan bayi. Hal ini untuk mencegah penumpukan kotoran dan kuman yang nantinya akan menimbulkan masalah kulit bayi.

Demikian penjelasan tentang cranial helmet, helm untuk kepala bayi yang peang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya