Lifestyle
Sabtu, 8 Juni 2013 - 16:33 WIB

Pesta Adat Naik Dango, Jadikan Manusia Tak Lupa Nikmat Tuhan

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi

ilustrasi

Ucapan rasa syukur terhadap pemberian Tuhan melalui hasil alam yang melimpah yang dipersembahkan lewat pesta adat Naik Dango, membuktikan bahwa masyarakat ‘biasa’ pandai bersyukur.

Advertisement

Pesta adat Naik Dango yang sakral itu menjadikan manusia tidak akan lupa atas nikmat kehidupan yang diberikan-Nya.

Pesta rakyat Dayak Naik Dango yang ke-28 di tahun ini digelar di Desa Saham, Kecamatan Pahuman Kabupaten Landak Kalimantan Barat yang dihadiri ratusan masyarakat Dayak yang tahun ini digabungkan dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Landak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Pesta rakyat yang berlangsung selama tiga hari ini, diikuti sekitar 30 kontingen dari tiga kabupaten. Mereka menghadirkan beragam tarian dan kesenian serta perlombaan, seperti lomba menyumpit, menombak babi dan memanah.

Advertisement

Sakral dan unik, ditengah kehidupan hegonisme masyarakat modern yang materialistis, namun masyarakat Dayak Kalimantan Barat masih menjaga dan memelihara budaya warisan leluhur mereka yang sederhana, namun mengandung nilai-nilai luhur dalam kehidupan di dunia, serta tak lupa mensyukuri nikmat yang diberikan-Nya.

Maka tak aneh, setiap tahun masyarakat Dayak yang tersebar di seantero wilayah Kalbar ini menggelar Naik Dango di setiap kabupaten, atau dibarengkan seperti Naik Dango di Kabupaten Landak ini.

Berduyun-duyun dari pelosok kampung, mereka datang untuk menyaksikan tarian-tarian Naik Dango yang sakral itu, yang digelar di depan rumah Betang Dayak Kanayatan yang sudah berumur, namun masih tetap kokoh berdiri.

Advertisement

Tarian yang ditampilkan, seperti Tari Panopok, merupakan tarian persembahan dari masing-masing kecamatan, dengan membawa barang, sesajen, ramuan-ramuan untuk disampaikan ke yang punya gawai sebagai ucapan rasa syukur.

Selain itu ada tarian Jubata, yang merupakan tarian persembahan ucapan syukur kepada Tuhan atas panen yang dihasilkan.

Selain itu pula, masyarakat berbondong-bondong datang ingin menyaksikan apa saja persembahan yang diberikan pada Naik Dango tahun ini, yang dihiasi beragam unsur dari kehidupan di dunia, seperti hasil panen, hewan dan beragam perlengkapan hidup lainnya.

Meskipun panas menyengat, tak menyurutkan mereka tetap ceria dalam Gawai Dayak Naik Dango demi membuktikan apa itu kata Adil Katalino, Bacuramin Kasaruga, Basengat Kajubata, yang artinya adil sesama manusia,  berbuat baik apa saja  akan membawa ke surga karena napas kita tergantung kepada Tuhan.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif