Awas, Perceraian Bisa Mengganggu Kesehatan Tubuh

Ilustrasi cerai (lifepersona)
19 September 2018 20:51 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Tubuh aktris Hollywood, Angelina Jolie, yang terlihat kurus kering menjadi sorotan banyak orang. Tak sedikit kalangan menilai hal itu pengaruh perceraiannya dengan Brad Pitt. Perceraian bukan hanya mengubah status individu, tapi juga memengaruhi kesehatan. Pada beberapa kasus, perceraian berdampak serius pada kesehatan jangka panjang seseorang.

Berikut efek perceraian pada kesehatan seseorang seperti dikutip dari Self dan liputan6.com, belum lama ini:

Kecemasan meningkat
"Semua orang yang melewati fase perceraian tingkat kecemasannya meningkat, apa pun penyebab perceraian," kata psikoterapis asal Amerika Serikat, Fran Walfish.
Setiap fase kehidupan yang besar, termasuk perceraian memang bisa memicu kecemasan. Bila sampai kecemasan tersebut menganggu kehidupan sehari-hari, ada baiknya untuk segera mengunjungi psikolog atau psikiater.

Risiko depresi meningkat
Studi dalam Clinical Psychological Science di 2013 mengatakan orang yang melewati fase perceraian dalam kehidupannya cenderung berisiko mengalami depresi.

Orang yang memiliki riwayat depresi, berisiko 60 persen mengalami hal yang sama ketika bercerai. Sementara yang tidak punya sejarah depresi, risiko terkena depresi sekitar 10 persen.

Sulit tidur
"Setelah cerai, sebagian orang jadi enggan makan dan sulit tidur," kata Walfish. Fakta lain juga terungkap dalam studi pada 2014 yang menemukan hubungan antara sulit tidur pada orang yang bercerai dengan meningkatnya tekanan darah.

Peneliti menemukan orang yang sulit tidur selama 10 minggu setelah cerai, tekanan darahnya meningkat. Bila tekanan darah tinggi tidak diatasi dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan stroke.

Risiko terkena serangan jantung meningkat
Bagi wanita, perceraian meningkatkan risiko terkena serangan jantung seperti diungkapkan peneliti asal Duke University, Amerika Serikat. Sementara, pada pria tidak terjadi hal yang sama seperti disampaikan peneliti dalam Jurnal Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes 2015.

Perubahan berat badan secara drastis
Setelah perceraian, bisa terjadi perubahan berat badan secara signifikan entah itu naik atau turun. Ada beberapa orang yang mengalihkan masalah yang dialami dengan mengonsumsi comfort food seperti donat atau makanan cepat saji. Hal ini tentu saja membuat berat badan mereka bertambah.

Sementara, ada yang jadi tidak bernfasu makan."Ada pasien saya yang jadi amat langsing seusai cerai. Dia mengatakan kehilangan nafsu makan seusai cerai," kata Walfish kepada laman Prevention.
Walau ada masalah kesehatan, tapi riset menunjukkan dua tahun setelah bercerai, sebagian besar melaporkan kondisi fisik dan mental sehat.

"Tetap ada kehidupan setelah perceraian, dan semuanya beres dan baik-baik saja. Semakin banyak Anda dapat mempertahankan rutinitas dan gaya hidup sehat selama perceraian, semakin baik," jelasnya.