Hoaks Rekrutmen PT KAI Tipu Ratusan Korban, Polisi akan Buru Pelaku

Ilustrasi suasana di Stasiun Gambir - Bisnis/Eva Rianti
13 November 2018 21:00 WIB Aziz Rahardyan/Adib Muttaqin Asfar Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya menyatakan siap menjerat pembuat dan penyebar hoaks rekrutmen PT Kereta Api Indonesia. Hoaks tersebut menyebabkan 128 orang tertipu dan 80 orang di antaranya telantar di Stasiun Gambir Jakarta.

Kasubdit Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng menyatakan hal tersebut pada Bisnis/JIBI, Selasa (13/11/2018). Gede masih menunggu laporan dari pihak yang dirugikan yaitu para korban dan PT KAI untuk segera memproses kasus ini. Mereka bisa melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

"Laporannya ke SPKT Polda Metro Jaya. Ya pasti [diusut tuntas], nanti penyidiknya dari Reskrimsus [Reserse Kriminal Khusus] bagian cyber," jelas Gede.

Hal senada diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Argo menilai, ketika pihak PT KAI atau perwakilan korban melaporkan kasus ini secara resmi terlebih dahulu kepada pihak Kepolisian, penyelidik akan terbantu untuk memilah-milah kasus ini secara pasti.

"Dari PT KAI sampai sekarang kami belum mendapatkan laporan. Tentunya mudah-mudahan hari ini bisa ada yang melapor dan akan segera kami tindak lanjuti," ujar Argo, Selasa.

Hoaks rekrutmen pegawai PT KAI ini menyebabkan 128 orang tertipu. Laman Facebook Kereta Api Kita mengungkapkan para korban tertipu janji orang yang tidak bertanggungjawab bahwa mereka akan menjadi pegawai PT KAI. Namun, mereka diminta menyerahkan sejumlah uang kepada orang tersebut. Mereka dijanjikan akan diberangkatkan ke Jogja dengan tiket yang belakangan diketahui palsu.

Sumber: Facebook Kereta Api Kita

Gara-gara tiket palsu tersebut, sebanyak 80 korban yang telah bersiap berangkat malah telantar di Stasiun Gambir pada Minggu (11/11/2018) malam.

"Kami ingatkan sekali lagi, bahwa Info Rekrutmen KAI hanya diumumkan melalui website https://recruitment.kai.id dan melalui sosial media resmi KAI. KAI tidak memungut biaya sepeserpun selama rekrut berlangsung. KAI juga tidak bekerjasama dengan biro perjalanan manapun selama rekrut berlangsung," sebut pernyataan tertulis di laman Facebook Kereta Api Kita.

"KAI mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap oknum yang menawarkan kemudahan menjadi pegawai KAI. Lapor dan tanyakan jika ada yang mencurigakan kepada kami melalu Contact Center KAI di 021-121 atau email di cs@kai.id."

Sumber : Bisnis/JIBI