Muda Berkarya: Tips Mudah Cara Membangun Percaya Diri

Astrid Widayani (Istimewa)
21 Desember 2018 07:30 WIB Yonantha Chandra Premana Lifestyle Share :

Muda Berkarya hadir setiap Jumat di The Young Koran Umum Solopos diasuh oleh Astrid Widayani, inisiator Youth Reinforcement Program (YRP).  Sekretariat YRP di Jl. MT Haryono 34B, Manahan, Solo, Telepon  (0271) 7467243, WA 08562816271

Solopos.com, SOLO -- Hampir semua generasi milenial hobi selfie, mendatangi tempat yang instagramable, dan berekspresi melalui media sosial. Perubahan akibat adanya disrupsi teknologi tentu mempengaruhi pola eksistensi sosial dan gaya hidup yang menggeser kebutuhan ke arah leisure economy.

Hal ini menjadikan sebuah fenomena baru dimana anak muda era milenial dikenal sebagai generasi narsis karena kepercayaan diri yang tinggi. Pada kenyataannya, narsis dan percaya diri adalah dua hal yang berbeda namun memiliki kesamaan. Persamaannya adalah baik narsis dan percaya diri berfokus pada diri sendiri, sedangkan perbedaannya adalah narsis tidak peduli penilaian orang lain walaupun penilaian tesebut bisa bermanfaat bagi pribadinya.

Narsis bahkan termasuk dalam gangguan kepribadian karena terlalu fokus pada diri sendiri, sangat mengagumi diri sendiri, sulit percaya pada orang lain, dan tidak memiliki rasa empati.

Positif

Kepercayaan diri sangat erat kaitannya dengan pemikiran positif. Percaya diri sebenarnya bukan sekedar sesuatu yang secara instan dibentuk berdasarkan teori atau aturan tertentu. Percaya diri berasal dari dalam pikiran kita. Secara tidak langsung, apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi tindakan dan sikap kita terhadap segala sesuatu.

Membangun kepercayaan diri harus dimulai dari diri sendiri dengan berhenti membandingkan kita dengan orang lain. Percaya diri memaksa kita untuk berfokus pada bagaimana kita bisa nyaman menjadi diri sendiri. Tetapi untuk bisa memahami diri sendiri, kita juga harus bisa menerima pendapat orang lain sebagai kritik membangun.

Untuk menjadi percaya diri, harus dimulai dengan kemampuan mengukur kelebihan dan kekurangan. Self measurement atau penilaian terhadap diri sendiri bisa dilakukan sendiri melalui introspeksi diri, namun akan lebih efektif apabila dinilai dari orang lain yang bisa membantu memaksimalkan kelebihan dan kekurangan diri kita.

Kemudian setelah mengenal diri sendiri dengan baik (self esteem) maka bisa dilanjutkan dengan beberapa hal yang bisa membantu penerimaan diri termasuk kritik membangun dari lingkungan terdekat, menyadari bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan, serta mampu menerima pujian sebagai penghargaan untuk diri sendiri.

Beragam teknik bisa dilakukan untuk membangun kepercayaan diri ketika berhadapan dengan situasi tertentu, misalnya pada saat akan presentasi atau akan melakukan wawancara di tempat kerja. Semua memang berfokus pada pikiran yang positif dan pemahaman terhadap diri sendiri, tapi juga perlu adanya confidence booster. Berikut ada 2 (dua) hal yang bisa diterapkan guna meningkatkan percaya diri secara instan.

Yang pertama adalah Planning and Preparation. Dengan perencanaan dan persiapan yang matang, maka tentu kita akan lebih mudah dalam menuangkan apa yang ada dalam pemikiran kita ke dalam sikap atau tindakan.

Yang kedua adalah Learn and Training. Tidak cukup hanya memahami apa yang akan kita sampaikan, tapi berlatih sangat perlu dalam rangka menunjang rasa percaya diri. Semakin sering kita berlatih maka semakin kita yakin pada kemampuan diri kita sendiri.

Modal untuk memahami diri sendiri dan berlatih didampingi dengan expert di bidangnya bisa didapatkan di program baru kami: Youth Reinforcement Program (YRP). Sesulit apapun situasi yang dihadapi, tidak ada lagi keraguan maupun ketakutan yang membayangi.

Program ini akan menjamin peningkatan percaya diri hingga mampu berani bersaing dan tetap menjadi diri sendiri. Jadilah generasi milenial yang percaya diri dan bisa membangun karakter yang positif dalam menghadapi tantangan zaman.

Salam Muda Berkarya.